Misteri Bangkai Babi di Sungai, Virus Kolera Babi dan ASF Jadi Penyebab Berbahayakah Bagi Manusia?

Riahta Tarigan, seorang perempuan berusia 66 tahun, duduk termenung lesu, menanti pelanggan untuk singgah ke lapak daging babi miliknya di pinggir Jal

Misteri Bangkai Babi di Sungai, Virus Kolera Babi dan ASF Jadi Penyebab Berbahayakah Bagi Manusia?
Wityfeed
kepala babi 

Misteri Ratusan Bangkai Babi Mengambang di Sungai Terkuak, Virus Kolera Babi dan ASF Jadi Penyebab Berbahayakah Bagi Manusia?

TRIBUNJAMBI.COM - Riahta Tarigan, seorang perempuan berusia 66 tahun, duduk termenung lesu, menanti pelanggan untuk singgah ke lapak daging babi miliknya di pinggir Jalan Jamin Ginting Medan, Sumatera Utara.

Daging babi yang digantungnya, maupun yang telah dipotong-potongnya, tak jua disentuh oleh para pembeli.

Ibu dari dua anak ini mengatakan sepinya penjualan daging babi akhir-akhir ini adalah dampak dari pemberitaan matinya ribuan ternak babi di berbagai daerah di Sumatera Utara.

CERITA Sebenarnya Dibalik Bergabungnya Prabowo Dalam Kabinet Jokowi, Bukan Cari yang Pintar Tapi

Netizen Kaget, Darmawan Salihin Ayah Korban Kopi Maut Nikahi Wanita Muda, ini Kabar Jessica Wongso

CEMBURU Buta, Benu Tega Pukul Pacarnya Pakai Besi Karena WA Teman PPL, Tiga Jari Tangan Patah

"Sudah takut orang makan daging babi setelah mengetahui berita itu, jualan kami jadi sepi," kata Riahta.

Riahta menerangkan biasanya dalam satu hari, ia bisa menjual dua ekor babi, yang beratnya kira-kira 200 kilogram. Namun sekarang, Riahta mengaku, untuk menghabiskan 50 kg daging babi dalam sehari saja sangat sulit.

Paling banyak, ujarnya, ia hanya menjual sekitar 20 kg daging babi sehari, itu pun dengan harga yang lebih murah daripada biasanya.

Tiap tahunnya, Sumatera Utara memproduksi lebih dari 40,000 ton daging babi.

Upacara Parade Peringatan Hari Pahlawan 2019, Safrial: Kita Bisa Jadi Pahlawan dengan Prestasi

Saluran Ngadat dan Mampet, Warga Potong Pipa Ipal Komunal, Proyek 2017 Dikeluhkan

Saluran Ngadat dan Mampet, Warga Potong Pipa Ipal Komunal, Proyek 2017 Dikeluhkan

Seorang pengusaha lapo di Medan, Dahniar Saragih, 75, juga mengaku kasus kematian ribuan babi, yang diikuti dengan pembuangan bangkainya ke sungai, memukul para pengusaha.
Dahniar mengaku selama ini keuntungan yang bisa diperolehnya bisa mencapai Rp 6 juta per hari, namun kini pendapatannya menurun drastis.

"Sekarang dapat Rp 200.000 per hari saja sudah syukur, itu pun sulit," katanya.

Soroti Pernikahan Ayah Mirna dengan Wanita Muda, Hotman Paris: Ingat Kasus Sianida? Ingat Dia?

BLAK-Blakan Muncikari Muda, Usia 18 Tahun Sudah Ahli Jual Ayam Kampus Tarif Hingga Jutaan Rupiah

Teror SMS Hingga Ancaman Pembunuhan Makanan Sehari-hari, Bagi Kasi Intel Kejari Muarojambi

Halaman
1234
Editor: rida
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved