Warga Tanjab Barat Produksi Ratusan Ton Sampah Perhari, Banyak Dibuang ke Sungai dan Laut

Beberapa titik di aliran anak sungai di Tanjab Barat kerap jadi sasaran masalah sampah yang dibuang warga.

Warga Tanjab Barat Produksi Ratusan Ton Sampah Perhari, Banyak Dibuang ke Sungai dan Laut
Tribunjambi/Darwin
Petugas dan Warga Kuala Tungkal khususnya yang bermukim di pinggiran anak Sungai Parit Dua Kuala Tungkal budayakan gotong royong bersihkan bantaran parit. 

Warga Tanjab Barat Produksi Ratusan Ton Sampah Perhari, Banyak Dibuang ke Sungai dan Laut

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Masalah sampah kerap menghantui Kabupaten Tanjab Barat. Beberapa titik di aliran anak sungai kerap jadi sasaran masalah sampah di daerah ini.

Sekira sepekan lalu saja, warga RT 21 Jalan Panglima, Kelurahan Tungkal III, Kecamatan Tungkal Ilir, Tanjab Barat bergotong-royong membersihkan sampah yang hanyut di Sungai Parit 2, Kecamatan Tungkal Ilir itu.

Bronin, Kasi Penanganan Sampah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tanjab Barat mengungkapkan dalam sehari rata-rata produksi sampah masyarakat Tanjab Barat mencapai 239 ton perhari.

"Mayoritas sampah diproduksi dari rumah tangga, seperti plastik dan lain sebagainya," katanya kepada Tribunjambi.com, Selasa (5/11).

Sementara Bronin menyebutkan dari DLH sendiri saat ini hanya mampu mengangkut 41 ton perhari dan selebihnya masyarakat membuang sampah tersebut ke anak sungai, bawah rumah dan ke laut.

Tak Ada Sanksi Tegas, ASN Jambi Ketangkap Lagi Keluyuran Saat Jam Kantor

Perkuat Pembangunan Jambi, Fachrori Tingkatkan Sinergisitas dengan DPR dan DPRD Dapil Jambi

Angka Kematian Ibu Hamil Masih Tinggi, Dinas Kesehatan Kota Jambi Segera Luncurkan Sikomo

"Kita sudah melakukan upaya untuk menanggulangi sampah di Tanjab Barat ini, di antaranya sosialisasi ke masyarakat, membuat lebih dari seribu tong sampah," bebernya.

Namun, lanjutnya upaya yang dilakukan tersebut terkendala seperti hilangnya tong sampah yang sudah di sebarkan pada berbagai titik.

"Dari seribu lebih tong sampah yang sudah kita sebarkan, tong sampah tersebut hilang sampai 700 tong, sehingga saat ini kami tidak berani memberikan tong sampah lagi, tapi kalau ada yang mau menjaga baru kami kasih," bebernya.

Untuk mengatasi sampah sendiri Bronin mengatakan perlu adanya sinergi antara pemerintah dan masyarakat.

"Kami mengharapkan di tiap kelurahan ada bank sampah. Nantinya bank sampah tersebut akan berperan untuk menanggulangi permasalahan sampah," ujarnya.

Sementara anggota DPRD Tanjab Barat Suprayogi Saiful menuturkan permasahan sampah di Tanjab Barat dikarenkan kurangnya kesadaran dari masyarakat dan masih semrawutnya tentang pengolahan.

"Dalam waktu dekat kita akan adakan pertemuan dengan pihak DLH untuk mengatasi sampah. Kita akan panggil dan dialog panjang terkait pengelolaan smpah, limbah perusahaan, serta galian c yang banyak tidak di reklamasi," ucapnya.

Politisi partai Golkar ini menambahkan akan berjamaah melawan pencemaran lingkungan ini.

"Bumi kita cuma satu dan harus kita jaga. Kita berharap gerakan isu lingkungan harus di galakkkan samapai ke tingkat RT. Berapa besarpun anggarannya akan kita anggaran," pungkasnya. (Darwin Sijabat/ Tribunjambi.com)

Penulis: Darwin
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved