Asusila

Seorang Pembina Pramuka di Surabaya Dituntut Kebiri Kimia Gara-gara Cabuli 15 Remaja Laki-laki

Seorang pembina Pramuka yang diduga mencabuli 15 anak didiknya, ia juga dituntut hukuman kebiri kimia

Seorang Pembina Pramuka di Surabaya Dituntut Kebiri Kimia Gara-gara Cabuli 15 Remaja Laki-laki
Net
15052016_KEBIRI_SUNTIK 

TRIBUNJAMBI.COM - Seorang pembina Pramuka yang diduga mencabuli 15 anak didiknya, ia juga dituntut hukuman kebiri kimia. 

Terungkap 15 remaja laki-laki  dari enam sekolah di Surabaya yang menjadi korban aksi bejat Rahmat.

Rahmat diduga sering kali melakukan perbuatan asusila itu di kediamanannya Jalan Kupang Segunting Kecamatan Tegalsari, Surabaya.

Polisi Belum Tetapkan Tersangka Terkait Kematian Surono yang Dicor Semen di Jember, Ini Alasannya!

"Untuk (kebiri) itu dilaksanakan setelah hukuman penjara selesai. Jadi saat terdakwa keluar tahanan," kata Richard saat dikonfirmasi, Selasa, (5/11/2019). 

Selain hukuman tersebut, Rahmat juga diharuskan membayar denda sebesar Rp 100 juta. Apabila tidak dibayar maka hukuman ditambah (subsider) selama tiga bulan. 

Sebelumnya, beberapa pertimbangan jaksa yang memberatkan hukuman terdakwa. Di antaranya, terdakwa merupakan seorang pendidik dan telah melakukan perbuatan cabul dalam kurun waktu sekitar 4 tahun.

"Ironisnya, dari hasil psikologis, satu di antara korbannya terindikasi untuk menjadi pelaku," terang Aspidum Kejati Jatim, Asep Mariono, Senin, (4/11/2019) kemarin.

Polisi Belum Tetapkan Tersangka Terkait Kematian Surono yang Dicor Semen di Jember, Ini Alasannya!

Tolak Hukuman Mati

Dalam kasus serupa di Jawa Timur,  Muh Aris (20) pelaku divonis bersalah setelah rudapaksa terhadap 11 gadis belia di Mojokerto.

Dalam pengakuannya, Muh Aris mengatakan telah melakukan hal tak senonoh tersebut kepada 11 anak di daerah temapatnya tinggal.

Halaman
1234
Editor: heri prihartono
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved