Satu Sekolah Dua Kepala Sekolah, Dewan Ulitimatum Dinas Pendidikan Jambi Segera Lakukan Tindakan

DPRD Provinsi Jambi menyoroti pelaksanaan sistem perekrutan dan penempatan siswa di SMA Titian Teras Abdulrrahman Sayoeti Muarojambi.

Satu Sekolah Dua Kepala Sekolah, Dewan Ulitimatum Dinas Pendidikan Jambi Segera Lakukan Tindakan
TRIBUNJAMBI/WAHYU JATI KUSUMA
Halaman depan SMA Titian Teras Jambi.

Satu Sekolah Dua Kepala Sekolah, Dewan Ulitimatum Dinas Pendidikan Provinsi Jambi Segera Lakukan Tindakan

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - DPRD Provinsi Jambi menyoroti pelaksanaan sistem perekrutan dan penempatan siswa di SMA Titian Teras Abdulrrahman Sayoeti Muarojambi tahun depan.

Setelah melakukan sidak beberapa waktu lalu di SMA Titian Teras (TT) Abdurahman Sayoeti Muaro Jambi, komisi IV DPRD Provinsi Jambi akhirnya memanggil Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jambi dalam rapat hearing (4/11), bertempat di gedung DPRD Telanaipura.

Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jambi M Khairil menyampaikan pihaknya mengultimatum untuk prospek perbaikan dan sistem perekrutan dan penempatan siswa tahun 2020 mendatang.

"Untuk sarana MCK nya hanya ada dua untuk asrama putera-puteri yang ditempati 100 orang," sampainya (4/11).

Untuk itu Khairil menyebut Disdik telah menyanggupi untuk perbaikan sarana di SMA TT tahun mendatang. Walaupun memang anggaran Disdik berkurang Rp 84 miliar untuk APBD 2020 mendatang.

Prakiran Cuaca Jambi 5 November 2019, Muncul Potensi Hujan Petir dan Angin Kencang

PDIP dan PPP Tolak Pembangunan Fly Over Jambi, Minta Anggaran Rp198 M untuk Infrastruktur Daerah

Nasib 38 Pegawai K2 Tak Jelas Setelah Lulus Seleksi PPPK, Begini Penjelasan BKPSDM Tanjab Barat

"Jadi kita minta disdik kurangi anggaran lain untuk siapkan rehabilitasi MCK SMA tersebut," kata anggota Fraksi Gerindra ini.

Kesanggupan itu kata Khairil pihak Disdik akan menyeting anggaran yang tidak urgent (penting) untuk dialokasikan penambahan MCK agar layak. "Yang jelas pihak disdik sudah menyanggupi," jelasnya.

Kemudian untuk masalah kedua yang didapati DPRD, yakni terdapat dua kepala sekolah di SMA TT Muaro Jambi. Ini karena SMA TT Muaro Bungo (Bebeko) yang direncanakan siswa kelas X masih menumpang belajar di SMA TT Muaro Jambi.

"Kita ultimatum mereka karena tak bisa satu sekolah ada dua kepala sekolah, untuk itu kita minta Disdik koordinasi dengan Dinas PUPR untuk koordinasi pembangunan SMA TT Bebeko," jelasnya.

Bahkan dari rapat hearing ini DPRD meminta pembangunan rehabilitasi SMA TT Bebeko agar diselesaikan pada Juli 2020. "Kita minta siapkan bulan Juli kalau tidak ya tidak bisa terima siswa baru lagi," katanya.

Untuk itu dimintainya lagi kesanggupan pihak Disdik untuk komitmen menyelesaikan gedung SMA agar bisa ditempati tahun mendatang. "Kesanggupan seperti apanya, nanti kita lihat bulan Juli kalau tidak siap harus dilebur siswa yang menumpang di SMA TT Pijoan sekarang," ujarnya.

Seperti diketahui pada Rabu 30 Oktober pihak komisi IV melakukan inspeksi mendadak (sidak) di SMA TT Muaro Jambi dan ditemukan banyak fasilitas tak layak.

Sementara khusus untuk pembangunan cabang SMA TT di Muaro Bungo untuk lokasi sekolah SMA TT Muaro Bungo ini akan ditempatkan di bekas bangunan sekolah SMK 2 Babeko Muaro Bungo. Bangunan sekolah itu, saat ini dalam proses rehab oleh Dinas PUPR Provinsi Jambi.

Penulis: Zulkifli
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved