Festival Kerinci 2019

Usir Roh Halus, 70 Penari Bawakan Tari Asek Tulak Bala di Festival Kerinci 2019, Ini Penampakannya

Usir Roh Halus, 70 Penari Bawakan Tari Asek Tulak Bala di Festival Kerinci 2019, Ini Penampakannya

Usir Roh Halus, 70 Penari Bawakan Tari Asek Tulak Bala di Festival Kerinci 2019, Ini Penampakannya
Tribunjambi/Heru Pitra
Usir Roh Halus, 70 Penari Bawakan Tari Asek Tulak Bala di Festival Kerinci 2019, Ini Penampakannya

Usir Roh Halus, 70 Penari Bawakan Tari Asek Tulak Bala di Festival Kerinci 2019, Ini Penampakannya

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Kabupaten Kerinci memiliki banyak tradisi budaya yang masih dipertahankan hingga kini.

Salah satunya adalah tradisi atau ritual pengusiran roh-roh halus dan hama tanaman, yang biasa disebut warga setempat ‘tulak bala”.

Pada acara pembukan Festival Kerinci yang digelar Pemerintah Kabupaten Kerinci, Minggu (3/11/2019), para tamu undangan dan masyarakat yang hadir dibuat terlena.

Itu sesaat setelah Sekda Provinsi Jambi, M Dianto mewakili Gubernur Jambi, membuka secara resmi acara tersebut.

Tari tulak balak yang disajikan di Festival Kerinci 2019
Tari tulak balak yang disajikan di Festival Kerinci 2019 (Tribunjambi/Heru Pitra)

Tamu udangan dan masyarakat yang hadir di even tahunan yang sudah menjadi agenda nasional ini, dikejutkan dengan kehadiran sekelompok warga yang membawa api kemenyan dan memikul keranda berisikan kembang bermacam warna, memasuki arena acara.

Dengan langkah mengikuti irama musik mereka memasuki arena acara Dermaga Danau Kerinci.

Seorang pria berpakaian adat mengibaskan asam kemenyan, sementara beberapa pemuda berpakaian hitam memikul keranda yang dikawal beberapa wanita paruh baya. Mereka lalu mengelili arena layaknya melakukan sebuah ritual pengusiran roh-roh halus.

Masuk dalam 100 Kalender Even Indonesia, Ini Harapan Bupati Adi Rozal di Festival Kerinci 2019

TINGGINYA Hampir 3 Meter, Makhluk Setengah Manusia Meneror Kota-kota dan Meninggalkan Korban

Neraka Cilacap Jadi Tempat Menempa Calon Pasukan Elite Kopassus, Syarat Berat Ini Harus Dilalui

Sesaat setelah itu, muncul para gadis muda berpakaian adat membawa anai-anai dan bakul sambil berlengak-lengok. Mereka ternyata sedang menari. Sebuah tarian yang diberinama ‘Tari Asek Tulak Bala’.

Tari asek tulak bala ini dibawakan sebanyak 70 orang penari. Tarian ini mengambarkan ritual masyarakat kerinci untuk mengusir roh-roh halus dan juga penganggu atau hama tanaman.

Halaman
12
Penulis: heru
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved