Kemarau Panjang Tak Hanya Buat Padi Gagal Panen, Petani Kedelai Tanjabtim Juga Mengeluh

Pasca kemarau tidak hanya tanaman padi di Tanjab Timur yang gagal panen, tapi juga kedelai tak berbuah maksimal.

Kemarau Panjang Tak Hanya Buat Padi Gagal Panen, Petani Kedelai Tanjabtim Juga Mengeluh
Tribunjambi/Abdullah Usman
Petani kedelai di Tanjab Timur mengeluh hasil panen tak maksimal karena kemarau panjang. 

Kemarau Panjang Tak Hanya Buat Padi Gagal Panen, Petani Kedelai Tanjabtim Juga Mengeluh

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Pasca kemarau tidak hanya tanaman padi di Tanjab Timur yang gagal panen, tapi juga kedelai tak berbuah maksimal.  

Pantauan Tribunjambi.com di lahan perkebunan kedelai di Kecamatan Rantau Rasau, meski hanya tanaman tumpang sari namun tanaman kedelai cukup banyak diminati warga sekitar.

Terlebih, pasca panen padi atau jelang padi menguning. Para petani di daerah tersebut memanfaatkan lahan sekitar kebun mereka untuk menanam kedelai.

Sayangnya karena faktor cuaca dan kondisi air yang sangat kurang di musim kemarau lalu, berdampak pada hasil biji kacang kedelai petani.

Dikatakan Suparman (53) petani kedelai di Kecamatan Rantau Rasau menuturkan untuk tanaman kedelai sendiri sebenarnya sudah selesai masa panen. 

Batu Material Dikabarkan Bercampur Emas, Warga Pematang Rahim Heboh Serbu Bahan Proyek Desa

UMP Jambi Naik Tahun Depan, Segini Upah Minimum Kabupaten (UMK) Bungo Tahun 2020

Dinas Kesehatan Muarojambi Mendadak Lakukan Fogging, Dua Warga Sekernan Dirawat Karena DBD

Memang dalam tahun ini sedikit ada masalah dari hasil buah yang kurang maksimal. Karena prediksi tanam meleset dan masa panen bertepatan dengan musim kemarau

"Sebenarnya tanaman kedelai itu bisa dua kali panen. Pada panen pertama di bulan Mei awal lalu alhamdulillah hasilnya bagus. Namun berbeda pada panen kedua yang hasil buahnya cenderung lebih kecil," bebernya.

Menurutnya hal tersebut terjadi karena kurangnya pasokan air, sehingga perkembangan biji kedelai yang diharapkan dapat berkembang baik menjadi kerdil dan kecil.

"Pada panen pertama biji kedelai lebih terlihat padat dan bulat sempurna, untuk panen kedua buah cenderung keriput dan tidak maksimal," jelasnya lagi.

Kemarau panjang juga berdampak pada jumlah hasil panen. "Pada panen kedua sangat jauh perbedaanya hanya sekitar 700 kilo di bulan Agustus. Meski pada musim biasanya tidak sejauh itu terjadi selisih hasil panen," terangnya. (usn)

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved