Breaking News:

Jadi Masalah Tiap Musim Taman, Petani Kedelai Tanjab Timur Keluhkan Lambannya Gerak Pemerintah

Selain terkendala musim yang susah diprediksi, para petani kedelai juga keluhkan lambannya bantuan bibit sampai ke petani.

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Abdullah Usman
Petani kedelai Tanjab Timur keluhkan lambannya bantuan benih kedelai dari pemerintah. 

Jadi Masalah Tiap Musim Taman, Petani Kedelai Tanjab Timur Keluhkan Lambannya Gerak Pemerintah

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Selain terkendala musim yang susah diprediksi, para petani kedelai juga keluhkan lambannya bantuan bibit sampai ke petani.

Selain buah yang tidak maksimal akibat bertabrakan dengan musim kemarau yang susah diprediksi. Para petani juga keluhkan kerap lambanya kedatangan bibit untuk petani.

"Permasalahan lain yang dihadapi petani di sini, terkait lambatnya bibit didistribusikan ke petani. Jadi para petani yang sudah membersihkan dan menyiapkan lahan harus menunggu hingga waktu yang tidak pasti," ujar Suparman satu dari petani.

Permasalahan bibit ini hampir setiap kali masa tanam selalu jadi permasalahan, meski sudah musim tanam tiba baik penyuluh dan dinas terkait sudah mengetahui namun bibitnya kerap molor didistribusikan hingga jadi permasalahan tersendiri bagi petani, Jumat (1/11).

Kemarau Panjang Tak Hanya Buat Padi Gagal Panen, Petani Kedelai Tanjabtim Juga Mengeluh

Batu Material Dikabarkan Bercampur Emas, Warga Pematang Rahim Heboh Serbu Bahan Proyek Desa

UMP Jambi Naik Tahun Depan, Segini Upah Minimum Kabupaten (UMK) Bungo Tahun 2020

"Tidak hanya masalah bibit juga terkait bantuan lainnya semacam pupuk dan racun. Saat pertemuan disampaikan oleh dinas terkait adanya bantuan pupuk dan racun sebagainya namun hingga masa panen bantuan tersebut tidak semuanya terealisasi," tuturnya.

"Dengan demikian terjadi penilaian tersendiri di para petani. Apakah bantuan tersebut sengaja disimpan ketua kelompok tani atau sebagainya. Itu yang kami takutkan," jelasnya yang juga merupakan ketua kelompok tani tersebut.

Dijelaskannya pula, terkait kerap keterlambatan bibit tersebut solusinya para petani mengandalkan bibit sendiri sisa panen sebelumnya menjelang bantuan bibit baru tiba langkah tersebut cukup menjadi solusi. 

Menurutnya tanaman kedelai sendiri jauh lebih ribet dan lebih ekstra lagi dalam segi perawatannya dibandingkan dengan tanaman padi. 

"Meski bibit sudah tumbuh belum dapat dipastikan hidup berbeda dengan padi. Dan harus benar-benar diperhatikan," jelasnya. 

Untuk diketahui, dalam pemasaran kedelai sendiri para petani masih memasarkan di sekitaran Kecamatan Rantau Rasau. Terutama bagi konsumen tetap pengusaha tahu rumahan. 

"Untuk jenis bibit kedelai anjasmoro ini kita jual ke pasaran paling tingginya per kilo Rp 7 ribu," pungkasnya. (usn)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved