Berita Jambi

Beras Merek Luar Beredar di Pasaran, Pemprov Jambi Berwacana Wajibkan PNS Beli Beras Petani Lokal

Beras Merek Luar Beredar di Pasaran, Pemprov Jambi Berwacana Wajibkan PNS Beli Beras Petani Lokal

Beras Merek Luar Beredar di Pasaran, Pemprov Jambi Berwacana Wajibkan PNS Beli Beras Petani Lokal
Tribunjambi/Zulkifli
Kepala Dinas Tanaman Pangan Provinsi Jambi, Akhmad Maushul 

Beras Merek Luar Beredar di Pasaran, Pemprov Jambi Berwacana Wajibkan PNS Beli Beras Petani Lokal

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pihak Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan Provinsi Jambi klaim produksi padi di Provinsi Jambi beberapa tahun ini selalu Surplus.

Namun beras merek luar masih saja beredar di Provinsi Jambi. Tentu hal tersebut menimbulkan stigma, hasil petani Provinsi Jambi kurang diberdayakan.

Berdasarkan Data dari Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura, dan Peternakan Provinsi Jambi, angka produksi gabah sejak tiga tahun terakhir terus mengalami peningkatan.

Bulog Salurkan 331 Ton Beras ke e-Warung untuk Penerima BPNT di Provinsi Jambi

KASUS Novel Baswedan, PR Besar Kapolri, Idham:Tunjuk Kabareskrim Baru Tuntaskan Kasus Novel

SEDERETAN Artis Cantik yang Disebut KPK Terima Hadiah dari Tubagus Chaeri Wardana, Siapa Mereka?

ROCKY Gerung Sebut Prabowo Bisa Jadi Menteri Pertama yang Kena Reshuffle jika Melakukan Hal Ini

Pada tahun 2016 angka tetap produksi mencapai 762.811 ton. Di tahun 2017 meningkat menjadi 782.049 ton atau 3,88 persen. Dan pada Aram 2 BPS tahun 2018, produksi gabah kembali meningkat menjadi 893.174 ton atau sebanyak 14.21 persen.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Provinsi Jambi, Akhmad Maushul ketika dikonfirmasi Tribunjambi.com membenarkan hal tersebut.

Bahkan Maushul mengaku, selama ini pihaknya belum bisa memonitor distribusi kemana larinya produksi padi para petani Provinsi Jambi.

Dia mencontohkan Kabupaten Tanjung Jabung Timur, yang secara geografis dekat dengan daerah Kepulauan Riau.

Di Kepri tidak ada produksi beras dan langsung membeli ke gudang-gudang penggilingan padi di Tanjabtim. Kemudian beras Bungo dibawa ke Damasraya dan beras Sarolangun dibawa ke Lubuk Linggau.

"Itu tidak terpantau oleh kita, dampaknya beras yang keluar itu digantikan beras dari luar," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Zulkifli
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved