Belum Semua Memberi Hasil Menggembirakan, LPPM Unja Dukung Penguatan BUMDes

Lembaga Pengabdian dan Penelitian kepada Masyarakat Universitas Jambi (LPPM Unja) mengamati tumbuh dan berkembangnya

Belum Semua Memberi Hasil Menggembirakan, LPPM Unja Dukung Penguatan BUMDes
TRIBUN JAMBI/FIFI SURYANI
Peserta Forum Group Discussion (FGD) Penguatan BUMDes yang digelar Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Jambi, Selasa (29/10) di V Hotel. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Lembaga Pengabdian dan Penelitian kepada Masyarakat Universitas Jambi (LPPM Unja) mengamati tumbuh dan berkembangnya dengan pesat Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Provinsi Jambi, khususnya di Kabupaten Muarojambi.

Ketua Tim Pengabdian Universitas Jambi, DR. Rike Setiawati, SE, MM dalam Focus Group Discussin (FGD) - Penguatan BUMDes bersama Kecamatan Jaluko dan Kecamatan Maro Sebo, Selasa (29/10) mengatakan, BUMDes diharapkan dapat menjadi roda penggerak perekonomian masyarakat, khusus di kabupaten tersebut.

Namun, dalam perjalanannya tidak semua dapat mewujudkan harapan itu. Rike mencontohkan, BUMDes Mart yang beroperasi sejak November 2017 yang merupakan kesepakatan dan delapan desa yang ada di Muarojambi.

“BUMDes Mart ini sangat strategis kalau kita bersama-sama membangunnya,” ujar Rike. Apalagi dengan lokasinya di pinggir jalan besar dan semestinya dapat memenuhi kebutuhan warga sekitar.

Berdasarkan pembicaraan, LPPM menilai perkembangan BUMDes Mart belum menggembirakan, sehingga perlu menjadi perhatian bersama.

FGD yang digelar di V Hotel tersebut selain mengundang delapan kepala desa setempat, camat, tenaga ahli pendamping desa, tokoh masyarakat, direktur BUMDes, serta perwakilan Pemkab Muarojambi.

“Melalui FGD ini kita harapkan dapat mencapai solusi bersama, membangun BUMDes bersama,” imbuh Rike.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Muarojambi yang diwakili Sekretaris Dinas PMD, Amrullah dalam sambutannya mengatakan pemerintah gencar membuka usaha agar desa juga mempunyai penghasilan.

“Agar bisa memberi hasil, maka juallah yang cocok,” ungkap Amrullah.

Usaha yang sudah dikelola BUMDes di Muarojambi selain mini market, juga ada di bidang pariwisata, pengelolaan aset olahraga, hingga potensi beras. Namun, ada juga yang menyerahkan pada pihak ketiga.

Amrullah mengharapkan melalui FGD tersebut, pengelola BUMDEs dan aparat desa dapat menyerap solusi yang disampaikan peserta.

Penulis: fifi
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved