Rudapaksa Hingga Hamil, Pelaku Sempat Ikut Yasinan, Teryata Korban Masih Hidup, Begini Keadaanya

FP tak menyangka jika sang kekasih FN (16) masih hidup setelah dirudapaksa dan dianiaya olehnya.

Rudapaksa Hingga Hamil, Pelaku Sempat Ikut Yasinan, Teryata Korban Masih Hidup, Begini Keadaanya
The Clinical Advisor
Ilustrasi pemerkosaan. Gadis asal Pontianak dirudapaksa di hotel selama lima hari 

Tak Menyangka Korban Masih Hidup

Pelaku FP tak menyangka jika kekasihnya FN masih hidup setelah dirinya melakukan perbuatan bejat dan menganiaya korban.

Kasatreskrim Polrestabes Palembang, Kompol Yon D Edi Winara melalui Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA), Ipda Hendri Permana menerangkan, tersangka menganiaya dan merudapaksa korban serta meninggalkan korban begitu saja.

"Jadi pengakuannya, tersangka tidak terima korban mengaku hamil, sehingga melakukan penganiayaan dan rudapaksa itu," papar Heri, Sabtu (26/10/2019).

"Tersangka juga tidak menyangka korban masih hidup," imbuhnya.

SEMPAT Heboh Pamer Slip Gaji, Bupati Budhi Sarwono Kembali Viral Karena Fotonya Tiduran di Jalan

Sempat Ikut Yasinan

FP dan FN, keduanya merupakan siswa SMA Daarul Aitam di Kelurahan 14 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) II.

Hal itu dibenarkan Kepala SMA Daarul Aitam, Herni Limhar yang dibincangi di ruang kerjanya.

"Benar keduanya (korban dan tersangka) siswa SMA Daarul Aitam. FN siswa kelas XII, Fadli kelas XII," terang Herni.

Dilanjutkannya, sejak FN dinyatakan hilang pada Selasa (22/10/2019) lalu, orang tua FN berkali-kali datang ke sekolah menanyakan keberadaan putrinya.

Pihak sekolah juga sudah bertanya kepada FP mengenai keberadaan FN.

Karena, FP dianggap orang dekat dan yang terakhir bersama FN.

"Tapi FP bersumpah, dia tidak tahu di mana FN.

FP juga tetap masuk sekolah selama beberapa hari korban hilang.

Bahkan hari Jumat (25/10/2019), FP ikut yasinan dan doa bersama untuk korban yang digelar pihak sekolah," terang Herni.

Teka-teki Jabatan Yusril Ihza Mahendra Terjawab, Inilah Posisi yang Bakal Diperoleh di Kabinet

Keluarga minta pelaku dihukum berat

Keluarga FN, gadis belia yang jadi korban penganiayaan dan rudapaksa meminta aparat agar menghukum tersangka dengan hukuman seberat-beratnya.

"Dengan perbuatan tersangka seperti itu, kami merasa terpukul. Keluarga berharap tersangka dihukum seberat-beratnya karena tidak berkeprimanusiaan," kata Nizar, paman korban kepada TribunSumsel.com (grup Surya.co.id), Sabtu (26/10/2019).

Menurutnya, keluarga sangat terpukul dengan kejadian ini.

Baik FN maupun sang ibunda, lanjut Nizar, saat ini sangat trauma dengan peristiwa ini.

"Kami lihat video di media sosial waktu keponakan kami ditemukan, sangat tidak berkeprimanusiaan tersangka itu.

Proses hukum pokoknyan harus jalan, ditegakkan seadil-adilnya," kata Nizar dengan nada kesal.

Setelah sempat dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumsel, korban akhirnya dipulangkan ke kediamannya di Lorong Marga, Jalan D.I. Panjaitan, Kelurahan 16 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) II.
(TribunnewsBogor.com/Tribun Sumsel)

Prabowo Subianto Jadi Menteri Jokowi Disoroti, Amien Rais Akan Buat Perhitungan 6 Bulan Lagi

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Pelaku Pukuli dan Setubuhi Siswi SMA Hamil, Kaget Korban Masih Hidup Setelah Ikut Yasinan, https://surabaya.tribunnews.com/2019/10/27/pelaku-pukuli-dan-setubuhi-siswi-sma-hamil-kaget-korban-masih-hidupsetelah-ikut-yasinan?page=all.

Editor: Tri Mulyono

Editor: Leonardus Yoga Wijanarko
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved