Pilkades 2019

Calon Khawatir Pemilih Berkurang, Pilkades di Muarojambi Digelar Serentak Senin 11 November 

Sebanyak 62 desa di Kabupaten Muarojambi akan melaksanakan pemilihan kepala desa serentak pada 11 November 2019.

Calon Khawatir Pemilih Berkurang, Pilkades di Muarojambi Digelar Serentak Senin 11 November 
Tribunjambi/Samsul Bahri
Kepala Dinas PMD Muarojambi, Raden Najmi. 

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Sebanyak 62 desa di Kabupaten Muarojambi akan melaksanakan pemilihan kepala desa serentak pada 11 November 2019.
Namun, pelaksanaan Pilkades ini diprediksi angka partisipatif pemilih menurun. Hal ini disebabkan pelaksaan Pilkades tersebut pada hari Senin. Hal ini diungkapkan Panitia Pelaksana Pemilihan Kepala Desa dari Kecamatan Jambi Luar Kota, Ikhsan.

"Iya ini kan dilaksanakan hari Senin, sementara hari Senin itu kita tahu hari kerja. PNS, pegawai swasta, dan lainlah yang kerja di hari Senin. Kita takutkan partisipatif masyarakat ini yang berkurang," sebutnya.

Hal senada juga disampaikan calon Kepala Desa Pematang Pulai, Zainudin. Ia menyebutkan, bahwa dengan pelaksanaan yang dilakukan pada hari Senin, kemungkinan penurunan angka partisipatif sangat besar.

"Memang kalau pandangan kita pasti berkurang karena itu di hari Senin itu kan kebanyakan masyarakat bekerja. Ketika angka partisipatif turun tentu mata pilih kita berkurang, ya kalau kita hanya menunggu saja dari kabupaten," terangnya.

Zainudin minta jika memang ada kemungkinan lebih baik pelaksanaan di laksanakan pada hari libur.

"Kalau kita perhatikan enaknya dimajukan, misalnya jadi hari Minggu. Cuma apakah bisa atau tidak kita tidak tau," pungkasnya.

Dispensasi untuk PNS
DINAS Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Muarojambi angkat bicara soal prediksi bakal menurunnya angka partisipatif pemilih dalam pemilihan kepala desa serentak di Kabupaten Muarojambi.

Kepala Dinas PMD, Raden Najmi menyebutkan, pelaksanaan tanggal tersebut sudah menjadi keputusan Bupati.

Soal masyarakat yang bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) ataupun karyawan perusahaan, dikatakan Najmi pihaknya akan mengeluarkan surat dispensasi. Surat ini ditujukan pada perusahaan ataupun intansi terkait untuk memberikan izin kepada karyawannya atau bawahannya untuk memilih.

"Izin yang diberikan itu untuk ambil waktu memilih, setelah memilih ya mereka kembali bekerja sebagaimana aturannya, ini nantinya Insyaalla yang menandatangani langsung ibu bupati," pungkasnya.

Penulis: samsul
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved