Breaking News:

Belum Ada Lawan, Charta Politika Sebut Petahan Masih Calon Terkuat di Pilkada Tanjab Timur 2020

Pengamat Politik Charta Politika sebut pasangan Romi Robi (RR) cukup kokoh jika pada pilkada 2020 kembali berduet.

Tribunjambi/Abdullah Usman
Direktur Riset Charta Politika, Muslimin. 

Belum Ada Lawan, Charta Politika Sebut Petahan Masih Calon Terkuat di Pilkada Tanjab Timur 2020

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Pengamat Politik Charta Politika sebut pasangan Romi Robi (RR) cukup kokoh jika pada pilkada 2020 kembali berduet. 

Dinamika politik di Tanjab Timur terkesan masih datar. Belum mencuat figur yang berani menantang petahana, H. Romi Hariyanto.

Romi masih super power di Tanjabtim, dibuktikan dengan strategi politik yang jitu, Romi yang mampu mengantarkan Partai Amanat Nasional (PAN) menjadi pemenang di Kabupaten Tanjabtim dengan 17 kursi sekitar 60 persen dari 30 total kursi DPR.

Direktur Riset Charta Politika, Muslimin mengatakan pada Pemilu 2019 kemarin ada sebuah partai memperoleh hampir 60 persen kursi sehingga kekuatan partai politik sangat menentukan figur yang akan maju di Pilkada Tanjabtim.

"Petahana yang merupakan salah satu calon terkuat bahkan saya belum melihat calon lain yang serius dan punya potensi besar untuk melawan petahana," ujarnya.

CPNS 2019 di Muarojambi Tak Dibuka untuk Guru, Honorer Kecewa Sudah Belasan Tahun Mengajar

Warga Simpang Tiga Sungai Penuh Protes Tolak Hasil Pilkades, Tuding Panitia Curang

Belum Ada Putusan Pusat, Pengumuman Seleksi CPNS di Batanghari Ditunda

"Terlebih jika pada pilkada 2020 mendatang RR kembali berduet, maka otomatis akan semakin kokoh," jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan Muslimin, saat ini dominasi PAN di Tanjabtim bisa menyebabkan Pilkada 2020 Tanjung Jabung Timur akan berpotensi terjadinya musuh kotak kosong.

Menurutnya Pilkada Tanjabtim yang memiliki sisa 40 persen kursi, tetap harus memunculkan calon tanding. Demokrasi tidak akan baik di mata publik kalau kemudian terjadi kotak kosong.

Kekuatan partai tidak berimbang sehingga potensi terjadinya kotak kosong memang sangat besar, karena tidak ada Partai Politik (Parpol) yang memiliki kursi yang cukup untuk mencalonkan, sehingga Parpol harus berkoalisi untuk dapat mencalonkan.

"Misalnya katakanlah Golkar ada sosok Juber yang sudah mendaftar di beberapa partai politik, tetap membutuhkan koalisi partai politik, dan juga Markaban dari PDIP tetap membutuhkan koalisi partai politik untuk mencalonkan diri," jelasnya.

Ditambahkanya pertarungan Pilkada Tanjabtim hampir bisa dipastikan hanya ada dua paslon, apabila calon dari unsur Parpol berat memunculkan tiga calon kemungkinan besar hanya ada dua, kecuali ada calon independen sehingga memungkinkan munculnya tiga calon.

"Kita berharap setiap partai politik memunculkan figur-figur terbaiknya, menurut saya banyak anggota-anggota dewan di Tanjabtim yang cukup populer yang bisa meramaikan kontestasi Pilkada 2020," pungkasnya. (usn)

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved