Pejabat Desa Matagual Korupsi Ratusan Juta Dana Desa, Kejari Batanghari Tak Ingin Buat Kegaduhan

Kejaksaan Negeri Batanghari berhasil menyelamatkan Dana Desa (DD) Rp 324 juta lebih dari ancaman korupsi pejabat desa.

Korupsi Ratusan Juta Dana Desa Pejabat Desa Matagual Terungkap, Kejari Batanghari Tak Ingin Buat Kegaduhan

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Kejaksaan Negeri Batanghari berhasil menyelamatkan Dana Desa (DD) Rp 324 juta lebih dari ancaman korupsi pejabat desa.

Uang yang diselamatkan ini berasal dari Dana Desa Desa Matagual, Kecamatan Batin XXIV Kabupaten Batanghari tahun anggaran 2019. 

Kejari Batanghari, Mia Bunalita, mengakui pihaknya telah menemukan penyimpangan terhadap Dana Desa tahun 2019 di Desa Matagual.

Dimana dari Dana Desa sebesar Rp 1.064.873.100, terdapat sebesar Rp 324 610 323 yang tidak dapat dipertanggung jawabkan. 

"Artinya dalam hal ini, mantan Kades ini sudah mencairkan semua uang tersebut, akan tetapi pelaksanaan pekerjaan tidak dilaksanakan," katanya, Kamis (24/10). 

Angkut Kayu Gelondongan Tanpa Izin, Polda Jambi Tetapkan Direktur PT TNI Sebagai Tersangka

Sudah Lama Dipantau, Dua Bandar Narkoba di Bungo Digerebek, Polisi Temukan Barang Ini di Rumahnya

Mantan Kades Matagual Bawa Uang Rp 324 Juta Hasil Korupsi ke Kejari Batanghari, Mau Apa?

Mia Bunalita menyebutkan, terungkapnya kasus penyimpangan terhadap Dana Desa Desa Matagual, Kecamatan Bathin XXIV ini berawal dari laporan masyarakat, yang mana laporan tersebut langsung ditindak lanjuti dengan tahap penyelidikan. 

"Dan ternyata (dalam penyelidikan) yang bersangkutan di sini mantan kepala desa bersedia untuk mengembalikan. Sehingga kami terima pengembaliannya. Pertimbangannya apa, karena anggaran tersebut tercatat di tahun 2019," katanya.

Dengan telah dikembalikan uang tersebut, dirinya hanya berharap, uang tersebut dapat dipergunakan kembali untuk kepentingan desa di tahun anggaran yang sama dan akan dipertimbangan untuk penanganan perkaranya.

"Kalau perkara itu kita proses, itu bisa jadi pelaksanaan kegiatan di desa itu bisa terhenti. Dan Kita tidak mau itu, Kita tidak mau menimbulkan kegaduhan atau menghentikan pembangunan yang ada di Desa Matagual di tahun 2019," ungkapnya.

"Oleh karenanya, dengan petunjuk pimpinan, Kami terima pengembalian dari mantan kepala desa tersebut untuk kita setor ke kas daerah. Dan perkara tersebut kita tutup," jelasnya. (*)

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved