Cerita Tiga Tokoh Inspiratif Memajukan Sekolah di Batanghari

Banyak cerita inspiratif masyarakat di Kabupaten Batanghari dalam rangka memajukan sekolahnya.

Cerita Tiga Tokoh Inspiratif Memajukan Sekolah di Batanghari
Tribunjambi/Rian Aidilfi
Guru di Batanghari mengikuti kegiatan pelatihan Modul II Manajemen Berbasis Sekolah yang dihadiri 104 peserta di Kota Muara Bulian, Kamis, (24/10). 

Cerita Tiga Tokoh Inspiratif Memajukan Sekolah di Batanghari

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Guna menumbuhkan rasa cinta terhadap keberadaan sekolah, banyak cerita inspiratif masyarakat di Kabupaten Batanghari dalam rangka memajukan sekolahnya.

Hal itu disampaikan oleh masyarakat terhadap kemajuan pendidikan di bumi Serentak Bak Regam berkat hadirnya Tanoto Foundation.

Dua kecamatan mitra yaitu Kecamatan Muara Bulian dan Pemayung melalui Program PINTAR (Pengembangan Inovasi untuk Kualitas Pembelajaran) melangsungkan kegiatan pelatihan Modul II Manajemen Berbasis Sekolah yang dihadiri 104 peserta di Kota Muara Bulian, Kamis, (24/10).

Dalam kegiatan tersebut, semua peserta menyampaikan keberhasilan manajemen berbasis sekolah modul I seperti budaya baca, pembelajaran, maupun manajemen sekolah.

“Melalui manajemen sekolah, sumberdaya yang ada di sekolah bisa digali dan dimusyawarahkan bersama komite, guru dan seluruh warga sekolah lainnya,” ujar Yati Karwati, fasilitator MBS Tanoto Foundation.

Cerita inspiratif datang dari MTsN 1 Batanghari, komite madrasah tersebut, Abdullah, menuturkan sistem manajemen madrasah yang bagus mempengaruhi kualitas madrasah secara keseluruhan, seperti yang ia ceritakan bagaimana mendorong kepala sekolah mengumpulkan masyarakat.

Toko Perabot di Sungai Penuh Terbakar, Mobil dan Motor Ludes, Anak Pemilik Toko Ikut Terbakar

Ratusan Hektar Lahan di Sarolangun Habis Terbakar, BPBD Imbau Warga Tak Lagi Bakar Lahan

TERUNGKAP, Fakta Baru Kebakaran di Tanjab Timur yang Tewaskan Ibu dan Anak

"Setelah mengikuti pelatihan MBS Tanoto Foundation modul I, saya langsung mengumpulkan masyarakat untuk memetakan kebutuhan apa saja dalam membangun sekolah,” ujar Pak Abdullah, panggilan akrabnya.

Bukan hal yang mudah mengumpulkan masyarakat, baginya hal tersulit adalah ketika menyampaikan apa yang menjadi kebutuhan madrasah. Namun hal tersebut sirna ketika semua masyarakat dan orang tua mau membantu madrasah.

“Kuncinya adalah kebersamaan, dan keterbukaan,” ujarnya.

Halaman
123
Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved