Profile Jaksa Agung ST Burhanuddin, Sempat Dinas di Jambi Jadi Kajari Bangko dan Aspidum Kejati
Presiden Joko Widodo menunjuk Burhanuddin sebagai Jaksa Agung dalam Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024. Penunjukan ST Burhanuddin yang memimpin
Penulis: rida | Editor: rida
TRIBUNJAMBI.COM- Presiden Joko Widodo menunjuk Burhanuddin sebagai Jaksa Agung dalam Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024.
Penunjukan ST Burhanuddin yang memimpin Korps Adhyaksa ini diumumkan Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/10/2019).
Pengumuman dilakukan tiga hari setelah Jokowi dilantik sebagai presiden di Gedung DPR/MPR kemarin, Minggu (20/10/2019).
• FILOSOFI Dibalik Keputusan Presiden Jokowi Ubah Nama Kabinet Kerja Jadi Kabinet Indonesia Maju
• Download Lagu MP3 Dangdut Koplo Nonstop 3 Jam Nonstop, Ada Nella Kharisma dan Via Vallen Full Album
• Hasil French Open 2019 Hari Pertama - 6 Wakil Indonesia Lanjut ke Babak Kedua, Fajar/Rian Terhenti

DR ST Burhanuddin menjabat sebagai Jaksa Agung Muda bidang Perdata dan Tata Usaha Negara sejak 11 April 2011.
Sebelumnya beliau menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan selama 1 tahun.
Burhanudin mengawali karirnya dengan mengikuti pendidikan pembentukan Jaksa pada tahun 1991.
Pada tahun 1999 menjabat sebagai Kajari Bangko Jambi, Aspidum Kejati Jambi, Aspidsus Kejati dan Kejari Cilacap, Aswas Kejati Jawa Barat dan Wakajati NAD.
Kemudian pada tahun 2007 beliau mendapat promosi menjadi Direktur Eksekusi dan Eksaminasi JAMPIDSUS.
Selama kurang lebih 1 tahun beliau menjabat jabatan tersebut tahun berikutnya beliau mendapat promosi untuk menjabat sebagai Kepala Kejaksaan tinggi Maluku Utara pada tahun 2008.

Beliau menjabat Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Utara kurang lebih selama 1 tahun.
Kemudian tahun 2009 beliau kembali lagi ke Kejaksaan Agung dengan jabatan sebagai Inspektur V Jaksa Agung muda pengawasan pada tahun 2010 beliau mendapat promosi kembali sebagai Kepala Kejaksaan tinggi di Sulawesi Selatan
Sebelumnya, Jokowi telah memanggil calon menteri ke Istana Kepresidenan selama dua hari, Senin hingga Selasa kemarin. Sejumlah orang yang dipanggil ke Istana Kepresidenan diketahui ada yang berasal dari partai politik, ada juga yang berasal dari kalangan profesional.