ILC TV ONE

ILC TV ONE TADI MALAM, Danhil Azhar Blak-blakan Soal Prabowo Bersemangat Jadi Menteri Pertahanan!

Indonesia Lawyer Club di TV One pada Selasa (22/10/2019) membahas menteri Jokowi yang baru, termasuk strategi Prabowo,

TRIBUNJAMBI.COM - Indonesia Lawyer Club di TV One pada Selasa (22/10/2019) membahas menteri Jokowi yang baru, termasuk strategi Prabowo,

Presiden ILC TV One, Karni Ilyas, memilih judul 'Sepiring Berdua' untuk ILC TV One malam ini.
Satu diantara yang jadi sorotan adalah posisi Prabowo yang disebut jadi menteri Pertahanan di Kabinet Jilid II Jokowi-Maruf Amin.
Juru Bicara Prabowo,  Danhil Azhar Simanjuntak di acara tersebut mengungkap alasan sebenarnya Prabowo Subianto bersemangat jadi menteri Pertahanan.

Danhil Azhar mengungkap jika Prabowo selalu emosional jika berbicara tentang pertahanan dan keamanan bangsa Indonesia.

Pasalnya selama ini pertahanan dan keamanan bangsa Indonesia masih dianggap lemah sehingga Prabowo selalu ingin berkontribusi mengatasi masalah tersebut.

" Ini bisa menjadi jalan beliau di saat ini sebagai momentum untuk memperbaiki apa yang menjadi kritik beliau untuk pemerintah," ungkap Danhil Azhar.

Danhil menegaskan ini bukan sekedar tentang minta jatah menteri tapi memang ekspektasi dari Prabowo.

Danhil bahkan menegaskan kembali jika memang tak ada pembicaraan soal menteri dalam pertemuan Prabowo dan Jokowi satu diantaranya saat di MRT beberapa waktu lalu.

Presiden Joko Widodo bertemu calon presiden, Prabowo Subianto di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Sabtu (13/7/2019).
Presiden Joko Widodo bertemu calon presiden, Prabowo Subianto di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Sabtu (13/7/2019). (KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO)

Dalam pertemuan kedua baru Jokowi menawarkan gagasan Prabowo diwujudkan dalam hal konkret.

Danhil Azhar juga menjawab kritik pendukung soal Prabowo justru masuk dalam kabinet Jokowi-Maruf bukan jadi oposisi yang jadi harapan di awal.

" Pak Prabowo selalu mengatakan banyak hal yang kita ketahui tapi tidak bisa kita terangkan" jelas Danhil.

Yang pasti Prabowo selalu terbuka menerima kritik dan emosional pendukung soal keputusan tersebut.

Bahkan tudingan jadi duri dalam daging dibantah oleh Danhil yang menyebut jika Prabowo selalu taat dan mengikuti pemimpin. " Tidak ada prabowo menikung di tengah jalan dan menghianati teman dan sebagainya." ungkap Danhil.

Buktinya 10 tahun jadi koalisi Prabowo tak pernah meninggalkan tapi justru ditinggalkan.

" Kita terima kritik pendukung, dalam 5 tahun ke depan sejarah dan waktu yang akan membuktikan" jelasnya.

Penulis: heri prihartono
Editor: heri prihartono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved