Berita Kriminal Jambi

Eksepsi Terdakwa Alkes Bungo, Ditolak Majelis Hakim Tipikor Jambi, Sidang Dilanjut Rabu Ini

Eksepsi Terdakwa Alkes Bungo, Ditolak Majelis Hakim Tipikor Jambi, Sidang Dilanjut Rabu Ini

Eksepsi Terdakwa Alkes Bungo, Ditolak Majelis Hakim Tipikor Jambi, Sidang Dilanjut Rabu Ini
Tribunjambi/Jaka HB
Mantan Kadis Kesehatan bungo Bersaksi Dalam Kasus Korupsi Alkes. 

Eksepsi Terdakwa Alkes Bungo, Ditolak Majelis Hakim Tipikor Jambi, Sidang Dilanjut Rabu Ini

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Majelis hakim tindak pidana korupsi (Tipikor) Jambi, menolak eksepsi terdakwa perkara alat kesehatan Bungo tahun 2014.

“Majelis hakim menyatakan menolak eksepsi penasehat hukum terdakwa. Sidang lanjutan pembuktian akan dilanjutkan Rabu pekan ini,” kata Galuh Batoro Aji, tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Muarabungo, Senin (21/10/2019).

Menurut Galuh, pekan ini JPU akan menghadirkan saksi-saksi untuk pembuktian dipersidangan.

“Sidang lanjutan pemeriksaan saksi akan digelar Rabu (23/10/2019),” tambahnya.

Dititipkan ke Lapas, Penyidik Tahan RZ, Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Alkes Bungo

Berusaha Kabur, Resedivis Curanmor Didor Polisi, Ini Pengakuan Pelaku yang Curi Motor Tetangganya

BREAKING NEWS, Mobil Dinas yang Ditumpangi 2 Istri Pejabat Pemprov Jambi, Alami Kecelakaan Tunggal

Hal ini juga dituangkan dalam amar putusan sela majelis yang dipimpin Dedy Mucti Nugroho.

Dengan ditolaknya keberatan penasehat hukum terdakwa, maka sidang dilanjutkan dengan pembuktian.

Sebelumnya diketahui terdakwa Ratna Juwita, selaku Komisaris PT. Maga Ghali Alkesindo, dan Rizaldi (berkas terpisah), secara melawan hukum dalam kegiatan pengadaan alat kesehatan Puskesmas (Peralatan Poliklinik Set).

Sosok 4 Jenderal Polisi Ini Berpeluang Jadi Kapolri Jika Tito Karnavian Ditunjuk Jokowi Jadi Menteri

Berdurasi 2 Menit Lebih, Video Mesum Mahasiswi dan Dosen Beredar, Diduga di Kamar

Pertama di Indonesia, Pemkot Jambi Launching Koja Trans, Angkutan Umum Berbasis Aplikasi Online CB

Pengadaan alkes tersebut berasal dari dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan dengan sumber dana dari APBN Tahun Anggaran 2014.

Para terdakwa telah melakukan pengaturan dan/atau menentukan pemenang tender yang dapat mengakibatkan terjadinya persaingan usaha tidak sehat.

Kemudian melaksanakan seluruh pekerjaan yang seharusnya dilaksanakan oleh rekanan penyedia barang yaitu PT Raziyan Anugrah Farma.

Sehingga bertentangan dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 70 Tahun 2012 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerinta.

Terdakwa melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri, orang lain atau suatu korporasi untuk memperoleh keuntungan yang tidak wajar sehingga memperkaya diri terdakwa Ratna Juwita sebesar Rp 293.189.370. dan Rizaldi sebesar Rp 25.000.564.

Sehingga total kerugian negara yang timbul dari perkara ini, Rp 318.189.934. Jumlah itu sebagaimana laporan hasil audit dalam rangka penghitungan kerugian keuangan negara oleh BPKP Perwakilan Propinsi Jambi.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 2 Ayat (1) Jo Pasal 18 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2001 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Eksepsi Terdakwa Alkes Bungo, Ditolak Majelis Hakim Tipikor Jambi, Sidang Dilanjut Rabu Ini (Jaka HB)

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved