Dilanda Kemarau Panjang, Ribuan Hektar Tanaman Padi di Jambi Gagal Panen, Batanghari Paling Parah

Akibat kemarau panjang yang melanda wilayah Provinsi Jambi beberapa bulan terakhir mengakibatkan ribuan hektare tanaman padi petani gagal panen.

Dilanda Kemarau Panjang, Ribuan Hektar Tanaman Padi di Jambi Gagal Panen, Batanghari Paling Parah
Tribun Jambi/Abdullah Usman
Kemarau di Kabupaten Batanghari, mulai membuat persawahan alami kekeringan 

Dilanda Kemarau Panjang, Ribuan Hektar Tanaman Padi di Jambi Gagal Panen, Kabupaten Batanghari Paling Parah

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Akibat kemarau panjang yang melanda wilayah Provinsi Jambi beberapa bulan terakhir mengakibatkan ribuan hektare tanaman padi petani mengalami puso atau gagal panen.

Hingga 30 September 2019 saja, Dinas Tanaman Pangan mencatat jumlah total lahan padi yang mengalami gagal panen seluas 2.574 hektar tersebar merata di semua kabupaten kota se Provinsi Jambi.

Daerah yang mengalami gagal panen terbanyak yaitu Kabupaten Batanghari seluas 1.465 hektare, disusul Kabupaten Muaro Jambi seluas 668 hektar dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur seluas 278 hektar.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan Provinsi Jambi Akhmad Maushul mengatakan, itu belum termasuk dari data tanaman padi yang mengalami rusak ringan akibat kekeringan, dan pemambahan data hingga tanggal 19 Oktober hari ini.

Darah AB Langka, PMI Kota Jambi Akui Stok Masih Aman

HUT Kabupaten Bungo, Bupati Mashuri Harap Dapat Tingkatkan Inovasi dan Kemandirian Masyarakat

KARHUTLA JAMBI, Ditreskrimsus Polda Jambi Tetapkan Direktur PT MAS dan PT DSSP Sebagai Tersangka

"Data itu, laporan per 30 September lalu, belum termasuk yang rusak ringan dan perhari ini, kalau datanya masuk semua kemungkinan bisa betambah jumlahnya," jelas Maushul.

Lebih lanjut Maushul menyebutkan, untuk membantu petani yang mengalami gagal panen pihak Dinas Tanaman Pangan sudah mengajukan bantuan bubit padi kepada pemerintah pusat. "Sudah kita tindak lanjuti meminta ke pusat bantuan benih dari cadangan nasional. Mudah-mudahan bisa terpenuhi, karena yang mengalami kekeringan bukan kita saja," ujarnya.

Maushul juga menyayangkan tanaman padi yang mengalami gagal panen ini sebagian besar belum diasuransikan. Jika seandainya diasuransikan para petani bisa mengklaim ganti rugi akibat gagal panen.

"Kalau data kami hanya 10 persen dari dua ribuan hektare itu yang diasuransikan. Ini jadi tantangan kami kedepan, maupun pihak asuransi untuk sama-sama mensosialisasikan agar petani mau mengasuransikan tanaman padinya," sambunganya.

Selain itu, untuk antisipasi kekeringan kedepan, disebutkan Maushul pihaknya sudah mengajukan ke pusat pompa air, untuk mengairi lahan pertanian masyarakat. Sebab menurutnya saat ini kebutuhan pompa air lahan pertanian di Provinsi Jambi baru terpenuhi 30 persen.

"Terdata tahun ini kita akan dapat 25 lagi unit pompa air, dan tahun depan kita akan ajukan lagi," pungkasnya.

Penulis: Zulkifli
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved