Berkas Tuntutan Penyelundupan Benih Lobster Belum Selesai, Sabha Mitra Cs Batal Dituntut Hari Ini

Tuntutan perkara lobster yang melibatkan tujuh terdakwa Sabha Mitra Cs ditunda. Hal ini dibenarkan oleh Jaksa Penuntut Umum Rendi, pada Jumat (18/10).

Berkas Tuntutan Penyelundupan Benih Lobster Belum Selesai, Sabha Mitra Cs Batal Dituntut Hari Ini
Tribunjambi/Ferry Fadly
BREAKING NEWS, Polresta Grebek Rumah Tempat Penyimpanan Benih Lobster, Petugas Gabungan Temukan Ini 

Berkas Tuntutan Penyelundupan Benih Lobster Belum Selesai, Sabha Mitra Cs Batal Dituntut Hari Ini

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Tuntutan perkara lobster yang melibatkan tujuh terdakwa Sabha Mitra Cs ditunda. Hal ini dibenarkan oleh Jaksa Penuntut Umum Rendi, pada Jumat (18/10).

Penundaan ini dikarenakan berkas tuntutan masih dipersiapkan.

Sebelumnya diketahui Pengadilan Negeri Jambi kembali melakukan sidang perkara penyelundupan lobster, pada Senin (14/10).

Febri selaku saksi dari kepolisian mengatakan lima tersakwa ditangkap pada 2 September di sebuah rumah.

"Saat digrebek buyar, jadi tidak tahu perannya saat ditangkap itu sedang apa," katanya.

Dia mengatakan barang bukti baby lobsrer juga ada di lokasi.

Para tersangka adalah Sabha Mitra, Jonny, Fajar Sadewa Prima, Lizaro Zega, Ryan Hidayat, Ahmad Robetul Wafa dan Ujang Nana ditangkap di kawasan Thehok.

Pembangunan Jalan Batubara di Jambi Molor, Pengembang Terkendala Pembebasan Lahan

Dikabarkan Rusak, Rekanan Tinjau Jalan Cor Beton di Lorong Sungai Abang, Begini Reaksinya

Tingkatkan Kreativitas Pemuda Jambi di Bidang Kriya, Kemenpora Beri Pelatihan Membatik

Dalam dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum Rendi disebutkan Jonny bertugas menghitung jumlah baby lobster yang ada. Ryan dan Ujang bertugas memisahkan baby lobster yang masih hidup dan sudah mati. Fajar dan Lizaro bertugas memindahkan baby lobster.

Dalam dakwaan sebelumnya semua berasal dari perkenalan Sabha Mitra dengan Acong yang kini jadi DPO. Acong mengatakan pasa Sabha bahwa dirinya punya bisnis baby lobster dan meminta bantuan Sabha untuk mencarikan tempat persinggahan untuk penyegaran baby lonster yang akan dikirim ke Singapura melalui Jambi.

Lantas Sabha menemui AAT yang merupakan ketua RT di lingkungan tempat tinggalnya. Lalu mengontrak rumah AAT dengan harga 13 juta rupiah.

Mereka dijerat pasal 106 UU nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan.(Jaka HB)

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved