Kisah Pilu Nenek Arfah, Buta Huruf Dimanfaatkan Tetangga Hingga Tanahnya Dihargai Rp 300 Ribu

Nenek Arpah yang buta huruf dimanfaatkan tetangganya untuk menandatangani surat jual beli kepemilikan lahan

Kisah Pilu Nenek Arfah, Buta Huruf Dimanfaatkan Tetangga Hingga Tanahnya Dihargai Rp 300 Ribu
TribunJakarta/Dwi Putra Kesuma
Arpah ketika dijumpau wartawan di lokasi sengketa tanah miliknya, Jumat (2/8/2019) 

TRIBUNJAMBI.COM - Kasus sengketa tanah yang dialami Arpah (63) hingga kini belum menemui titik terang.

Nenek Arpah yang buta huruf dimanfaatkan tetangganya untuk menandatangani surat jual beli kepemilikan lahan.

Nenek Arpah merasa ditipu tetangganya yang membeli tanahnya hanya seharga Rp300ribu.

Tiga Bulan di Penjara, Kondisi Rey Utami dan Pablo Benua Memprihatinkan, Kuasa Hukum Ungkap Ini

 Terbaru, laporan Nenek Arpah telah diterima oleh Polresta Depok dan telah ditangani oleh penyidik dari Unit Harta dan Benda (Harda).

Sebelum membuat laporan polisi, pihak Nenek Arpah telah mengajukan gugatan terkait tanah yang menjadi sengketa.

Dikutip dari Tribun Jakarta, gugatan Nenek Arpah pun telah disidangkan.

Begini Kondisi Wanita Muda yang Dibakar Hidup-hidup Oleh Suaminya di Surabaya!

Bahkan selain telah disidangkan, pihak Pengadilan Negeri (PN) Depok juga telah menyambangi lokasi tanah yang menjadi sengketa di Jalan Ridwan Rais Gang Durian, Beji, Kota Depok.

"Kegiatan ini pemeriksaan setempat memeriksa objek perkara. Setelah pemeriksaan setempat, kesimpulan, baru putusan," ujar Hakim PN Depok Eko Julianto di lokasi sengketa, Jumat (2/8/2019) lalu.

Dijelaskan bahwa sengketa jual beli tanah terjadi pada tahun 2015 silam.

Kala itu Nenek Arpah memiliki tanah seluas 299 meter dan dijual kepada ayah tiri tergugat AKJ (26) seluas 196 meter dan tersisa 103 meter tanah.

Kalau Ahok Kapok Beli Bus Asal China, Zaman Anies Malah Kembali Dipakai Untuk Bus Transjakarta, Kok?

Setelah seluruh proses pembayaran tanah seluas 196 meter tersebut selesai, Nenek Arpah diminta untuk kembali menandatangani kertas yang ternyata merupakan sertifikat sisa tanah 103 meter tersebut miliknya yang tak dijual.

Halaman
12
Editor: heri prihartono
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved