Pemkab Muarojambi Gelontorkan Rp 930 Juta untuk Pilkades Serentak 62 Desa

Anggaran sebesar Rp 930 juta telah ditransferkan ke desa-desa untuk pelaksanaan pemilihan Kepala Desa serentak di Kabupaten Muarojambi.

Pemkab Muarojambi Gelontorkan Rp 930 Juta untuk Pilkades Serentak 62 Desa
Tribunjambi/Samsul Bahri
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Raden Najemi. 

Pemkab Muarojambi Gelontorkan Rp 930 Juta untuk Pilkades Serentak 62 Desa

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI- Anggaran sebesar Rp 930 juta telah ditransferkan ke desa-desa untuk pelaksanaan pemilihan Kepala Desa serentak di Kabupaten Muarojambi. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Raden Najemi.

Ia menyebutkan bahwa dana Rp 930 juta tersebut merupakan anggaran yang telah disediakan melalui APBD Kabupaten Muarojambi. Rp 930 juta tersebut telah ditransferkan ke 62 rekening desa, setiap kepala desa mendapatkan dana sebesar Rp 15 juta rupiah.

"Dana 15 juta itu kita serahkan kepada Panitia Pelaksana melalui rekening desa. Itu ada 62 desa yang akan melaksanakan pemilihan kepala desa serentak," terangnya.

Sementara itu terkait dengan proses pemilihan Kepala Desa, Najemi menyebutkan bahwa saat ini calon Kepala Desa telah melakukan pengundian nomor urut kepala desa. Dengan telah didapatkannya nomor urut tersebut, calon kepala desa sudah diperbolehkan untuk melakukan sosialisasi.

Pemprov Jambi Proyeksikan APBD Tahun 2020 4,4 Triliun, Dewan Soroti Defisit Ratusan Miliar

Hutan TNBS Terbakar, Satwa Liar Dikabarkan Mulai Keluar Hutan

Bandara Bungo Tertutup Kabut Asap, Wings Air dan Citilink Batal Terbang, Nam Air Delay

"Untuk yang punya nomor urut itu sudah bisa melakukan sosialisasi. Tapi itu sosialisasi sewajarnya. Sementara untuk kampanye terbuka akan dilakukan pada 1 sampai 5 November," ujarnya.

Lebih lanjut Ia menghimbau kepada seluruh calon kepala desa untuk bersikap sportif. Ia minta calon kepala desa dalam mensosialisasikan dirinya untuk tidak menjelek-jelekkan calon kades lainnya.

"Kita himbau kepada calon untuk bersikap sportif, sampaikan visi dan misi tapi jangan menjelek-jelekkan calon lain. Karena masyarakat sekarang ini sudah bisa milah mana yang baik dan buruk," terangnya.

Lebih lanjut dikatakannya, usai tanggal 5 November calon kepala desa tidak diperbolehkan lagi untuk melakukan kampanye karena sudah masuk pada masa tenang. Untuk pelaksanaan pemilihan kepala desa sendiri dilaksanakan pada 11 November 2019.

"Harapan kita tentunya agar pelaksanaan pemilihan kepala desaa serentak ini bisa berjalan," pungkasnya.

Penulis: samsul
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved