KRONOLOGI Emak-emak di Lamongan Kehilangan Uang Rp 36 Juta Gara-gara Hal Ini!

Seorang emak-emak di Lamongan jadi korban gendam hingga merugi Rp 36 Juta

KRONOLOGI Emak-emak di Lamongan Kehilangan Uang Rp 36 Juta Gara-gara Hal Ini!
Ilustrasi.(Foter.com)
Ilustrasi Gendam 

TRIBUNJAMBI.COM - Seorang emak-emak di Lamongan jadi korban gendam hingga merugi Rp 36 Juta.

Kali ini korban gendam adalah emak-emak bernama Sumarlik (48), warga Desa Kalen, Kecamatan Kedungpring Lamongan Jawa Timur.

Informasi yang dihimpun Surya.co.id (Grup Tribunmadura.com) menyebutkan, gendam yang menimpa Sumarlik warga Desa Kalen, Kecamatan Kedungpring, Lamongan ini bermula ketika korban sedang menunggu kendaraan umum di Surabaya untuk pulang ke Lamongan.

Aan Mimpi Disuruh Ambil Keris, Besoknya Temukan Tungku Berlapis Emas di Sungai Air Hitam

"Ketika itu saya dihampiri oleh dua orang laki-laki tidak dikenal dan mengatakan tujuan mereka sama, yaitu ke Terminal Osowilangun Surabaya," kata Sumarlik di hadapan penyidik ketika melapor ke polisi.

 

Setelah dua orang yang mengaku bertujuan sama tersebut, lanjut Sumarlik, mereka didatangi mobil Warna Silver dengan nopol yang tidak diketahui dan menawarkan pada mereka untuk diantar ke Terminal Osowilangun dengan biaya Rp 10 ribu perorang.

Kata sepakat tercapai, Sumarlik bersama dengan dua orang laki-laki tersebut kemudian naik mobil tersebut.

Sesampainya di Jalan Demak Surabaya, lanjut korban, ada seorang laki-laki yang ikut naik mobil mereka yang mengaku baru pulang dari menjadi TKI di Malaysia dan telah menjadi korban penipuan dan barang-barangnya dibawa lari orang.

Ogah Dukung Prabowo Lagi, Rocky Gerung: Nggak Butuh Tokoh Seperti Dia, Nyampah-nyampahin Negeri Aja

"Ketika sudah di dalam mobil, orang yang mengaku dari Malaysia tersebut menawarkan Batu Permata sebagai ganti barang-barangnya yang telah hilang dan saya menggantinya dengan uang," ujarnya.

Merasa iba dan kasihan, Sumarlik kemudian ikut membantu membeli batu permata tersebut dan menyerahkan uang tunai sebesar Rp 1 juta.

Karena masih kurang, selanjutnya pelapor mengambil ATM di rumahnya dan dibantu para pelaku menarik uang tabungan milik korban sebesar Rp 36,5 juta di ATM milik korban ludes tak bersisa.

"Setelah itu, saya diturunkan di Masjid Al Mubarok Sukodadi dengan alasan untuk menunggu barang ketemu. Akan tetapi setelah ditunggu ternyata para pelaku tidak kembali.

 

Suami Bakar Istri di Surabaya,Lacak Keberadaan Pelaku Polisi Temukan Petunjuk Ini!

Dan setelah saya cek ternyata saldo rekening saya berkurang sehingga saya lapor polisi ini," imbuhnya.

Kasubag Humas Polres Lamongan, AKP Djoko Bisono pada wartawan membenarkan laporan korban gendam ini.

Pihaknya, kata Djoko Bisono, masih melakukan penyelidikan terhadap kasus ini.

"Ya ada laporan yang masuk, akan kami tindaklanjuti," tegasnya.



Artikel ini telah tayang di Tribunmadura.com dengan judul Dapat Tumpangan Mobil di Surabaya Bayar Rp 10 Ribu, Emak-emak Lamongan ini Malah Berikan Rp 36 Juta, https://madura.tribunnews.com/2019/10/15/dapat-tumpangan-mobil-di-surabaya-bayar-rp-10-ribu-emak-emak-lamongan-ini-malah-berikan-rp-36-juta?page=all.

Editor: heri prihartono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved