Dalami Kasus Dugaan Korupsi Bansos Besiswa, 21 Orang Diperiksa Penyidik Kajati Jambi

Perkara dugaan korupsi dana bantuan sosial beasiswa Dinas Pendidikan Provinsi Jambi 2014 masih diperdalam.

Dalami Kasus Dugaan Korupsi Bansos Besiswa, 21 Orang Diperiksa Penyidik Kajati Jambi
Tribunjambi/Jaka HB
Lexy Fatharani selaku kasi penerangan hukum Kejaksaan Tinggi Jambi. 

Dalami Kasus Dugaan Korupsi Bansos Besiswa, 21 Orang Diperiksa Penyidik Kajati Jambi

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Perkara dugaan korupsi dana bantuan sosial beasiswa Dinas Pendidikan Provinsi Jambi 2014 masih diperdalam. Kejaksaan Tinggi masih butuh pendalaman perkara.

Lexy Fatharani selaku kasi penerangan hukum kejaksaan tinggi Jambi mengatakan ada penambahan ahli untuk itu.

“Hasil ekspose penyidik dengan pimpinan disarankan bahwa tim penyidik perlu pendalaman dan menambah ahli terkait keuangan negara dan penjelasan kemendagri (kementerian dalam negeri),” katanya, pada Senin (14/10).

Lexy mengatakan keterangan terkait Kemendagri ini adalah peraturan yang mengatur bansos pada lingkungan pemerintah daerah. “Sehingga saat ini tim sedang menyurati Kejaksaan Agung dan Kemendagri untuk diminta ahli dari Kemendagri,” ungkap Lexy.

Muslim Cs akan Dising Besok, PN Jambi Minta Tambahan Pengamanan

Kinerja Pejabat Jambi Dievaluasi, 100 Pejabat Eselon III dan IV Jalani Assessment

Kabut Asap Kembali Datang, Tingkat Pencemaran Udara di Bungo Tak Terpantau

Sebelumnya Kejaksaan Tinggi Jambi telah memeriksa sejumlah pihak dan meminta keterangan ahli dengan meminta bantuan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Selain itu Kejati Jambi masih koordinasi dengan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Jambi terkait penghitungan kerugian negara. Lexy mengatakan dua minggu belakangan mereka koordinasi.

Terkait pendalaman kasus ini tim penyidik telah memeriksa 21 orang, mulai dari mantan sekda, Mantan Kabag Keuangan hingga Kabid SMA. Tidak hanya itu, tim seleksi beasiswa yang merupakan para dosen dan akademisi kampus negeri di Jambi juga turut diperiksa oleh penyidik.

Sebelumnya, beasiswa tahun 2013 menggunakan dana Bansos Biro Keuangan Pemprov dengan nilai total mencapai Rp 30 miliar. Namun pada tahun 2014 kembali dianggarkan sebesar Rp 25 miliar, sementara yang terealisasi hanya sebesar Rp 18 miliar yang diterima oleh sekitar 9 ribu mahasiswa, mulai dari S1, S2 dan S3.(Jaka HB)

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved