Tangis Nurhayati Pecah Saat Ketemu Wali Kota Jambi, Cerita Anaknya Meninggal di Malaysia

Tangis Nurhayati, orang tua dari Renawati (25) pecah saat dipanggil Wali Kota Jambi Syarif Fasha di Rumah Dinas Walikota Jambi, Senin pagi (14/10).

Tangis Nurhayati Pecah Saat Ketemu Wali Kota Jambi, Cerita Anaknya Meninggal di Malaysia
Tribunjambi/Rohmayana
Nurhayati, orang tua dari Renawati (25) bertemu dengan Wali Kota Jambi Syarif Fasha di Rumah Dinas Walikota Jambi, Senin pagi (14/10). 

Tangis Nurhayati Pecah Saat Ketemu Wali Kota Jambi, Cerita Anaknya Meninggal di Malaysia

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Tangis Nurhayati, orang tua dari Renawati (25) pecah saat dipanggil Wali Kota Jambi Syarif Fasha di Rumah Dinas Walikota Jambi, Senin pagi (14/10). Renawati warga Kota Jambi diketahui sudah meninggal dunia di Malaysia sejak tiga bulan lalu. Namun hingga saat ini orang tua korban tidak dapat melihat jenazah Renawati karena tidak memiliki biaya untuk ongkos pengiriman jenazah yang mencapai 60 juta.

Nurhayati hingga saat ini belum bisa melihat jenazah anak kandungnya Renawati yang meninggal di Malaysia sejak Agustus lalu. Nurhayati dikabarkan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) bahwa anaknya Renawati yang menjadi TKI di Malaysia telah meninggal dunia.

Dikabarkan bahwa Renawati meninggal di Universitas Malaya Medical Center Pantai Kuala Lumpur Federal Territory of Kuala Lumpur Malaysia. Namun Nurhayati tidak dapat berbuat banyak karena keadaan ekonomi yang tidak mencukupi. Karena untuk memulangkan jenazah ke Jambi membutuhkan biaya mencapai 50-60 juta rupiah.

Mulyani Tunggu Perintah Megawati untuk Maju di Pilkada Tanjab Barat

Etape ke Tujuh Tour de Singkarak Lewati Kerinci, Atraksi Seni Budaya akan Tampil di 27 Titik

BREAKING NEWS, Kualitas Udara Memburuk, TK dan PAUD di Kota Jambi Diliburkan 15-18 Oktober

“Saya dapat Kabar dari polisi dan ketua RT datang ke rumah saya bahwa atas nama Renawati sudah meninggal di Malaysia. Saya minta agar jenazah rena bisa dipulangkan namun butuh biaya banyak, dan kami tidak mampu pak, untuk biaya sehari-hari saja kami susah, mana bapaknya Rena sedang sakit,” ungkap Nurhayati sambil meneteskan air mata.

Awalnya menurut Nurhayati, Rena tinggal di Surabaya bersama suaminya. Namun suami Rena meninggal karena kecelakaan.

Sebelumnya Rena pamit hanya ingin liburan ke Malaysia, bukan untuk bekerja. Sehingga dirinya sebagai orang tua mengizinkan Rena pergi.

“Rena ado nelpon ngasih tau kalau dio di Malaysia, katonyo cuma liburan seminggu,” kata Nurhayati.

Setelah dinanti hingga setahun Rena tak kunjung pulang ke Jambi. Ibu Rena menceritakan bahwa Rena ingin pulang tapi tidak memiliki ongkos.

“Ongkos balek besak mak, katonyo waktu itu. Padahal anaknya lah rindu nian, sebulan setelah itu dapat kabar Rena meninggal,” katanya.

Halaman
12
Penulis: Rohmayana
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved