Jumat Pagi Kabut Asap Kembali Selimuti Tanjab Timur, DLH Klaim Kualitas Udara Baik

Jumat pagi sejak pukul 05.15 - 08.30 WIB, kabut asap kembali pekat selimuti Kabupaten Tanjung Jabung Timur, jarak pandang semakin terbatas.

Jumat Pagi Kabut Asap Kembali Selimuti Tanjab Timur, DLH Klaim Kualitas Udara Baik
Tribunjambi/Abdullah Usman
Jumat pagi sejak pukul 05.15 - 08.30 WIB, kabut asap kembali pekat selimuti Kabupaten Tanjung Jabung Timur, jarak pandang semakin terbatas. 

Jumat Pagi Kabut Asap Kembali Selimuti Tanjab Timur, DLH Klaim Kualitas Udara Baik

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Jumat pagi sejak pukul 05.15 - 08.30 WIB, kabut asap kembali pekat selimuti Kabupaten Tanjung Jabung Timur, jarak pandang semakin terbatas. 

Pantauan Tribunjambi.com di lapangan, kabut asap pekat yang terjadi pada Jumat pagi (11/10) terasa lebih tebal dibanding dua hari sebelumnya.

Dampak dari kabut asap menebal, beberapa aktivitas warga di sungai terpantau lengang hanya beberapa kapal dan pompong kecil melintas di bawah Jembatan Muara Sabak. 

Dikatakan Sukiman (52) warg sekitar mengatakan, kabut asap pagi ini terlihat lebih tebal dari kabut yang terjadi dua hari sebelumnya.

"Kalo dua hari yang lalu meski berkabut tapi dak terlalu parah, dan jugo durasinya tidak terlalu lama," ujarnya.

Baca: Kabut Asap Kembali Tebal di Kumpeh, Tahura Tanjung Masih Terbakar

Baca: Ibnu Terbata-bata Usai Dibentak Hakim Karena Bohong, Jadi yang Jujur

Baca: Desa Pentagen Masuk 10 Besar Desa Wisata Nusantara 2019, Pemkab Kerinci Tetap Tak Peduli

Sementara itu berdasarkan hasil pengukuran indeks kualitas udara Dinas Lingkungan Hidup Tanjab Timur pagi ini cenderung baik, meski pada hari sebelumnya masuk kategori tidak sehat.

"Untuk pagi ini tercatat sejak pukul 06.00-06.55 kondisi udara cenderung baik, namun untuk jam selanjutnya belum direkap," ujar Kabid P3 KLH Dinas LH Tanjab Timur mengatakan Agus Pranoto.

Dijelaskannya pula, kabut yang menyelimuti saat pagi tersebut bukan debu partikel melainkan hanya sebatas asap dan cenderung tidak berbahaya.

"Karena asap tidak bisa terbaca Oleh alat PM 2,5 mikron, lain hal jika debu. Maka dari itu pagi ini tetap baik meski berkabut," jelasnya.

Menurunnya, kondisi asap ini sendiri sangat berpengaruh dengan faktor angin, semakin banyak hembusan angin maka asap tersebut akan cenderung cepat menghilang. (usn)

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved