Berita Selebritis

Irish Bella Alami Kejang-kejang usai Kondisi Janinnya Tak Bernyawa Lagi, Ini Pengakuan Ammar Zoni

Sebelumnya, Ammar Zoni mengungkapkan kisah pilu yang menerpa keluarga kecilnya bersama Irish Bella saat harus kehilangan bayi kembar di dalam kandunga

Irish Bella Alami Kejang-kejang usai Kondisi Janinnya Tak Bernyawa Lagi, Ini Pengakuan Ammar Zoni
Instagram/@ammarzoni/@_irishbella_
Irish Bella Alami Kejang-kejang usai Kondisi Janinnya Tak Bernyawa Lagi, Ini Pengakuan Ammar Zoni 

Sehingga kondisi itu membuat janin lainnya ikut berdampak.

"Preeklamsi disebabkan mirror syndrome. Tekanan darah naik dan membuat plasenta lepas hingga aliran darah tidak lancar ke bayi," ujar Gatot lagi.

Sehingga pada saat itu Irish Bella yang datang ke rumah sakit, telah mengalami pembengkakan pada janinnya.

"Jadi Irish datang jumat pagi sudah stage 4 (kondisi bahaya). Janin yang resipien (penerima darah) sudah bengkak jantungnya. Seluruh tubuh bengkak dan pertumbuhannya kecil," ujar Gatot.

Mengenai TTTS, kondisi ini adalah kondisi yang menggambarkan adanya terlalu banyak koneksi darah satu arah, menciptakan ketimpangan aliran darah yang tidak merata antara si kembar, dikutip dari hellosehat.com.

Satu kembar mungkin menerima terlalu banyak darah dan mengalami penumpukan cairan, yang menempatkan beban pada hatinya.

Kembar ini kemudian jadi menekan kembar lainnya pada dinding rahim.

Di sisi lain, bayi kembar yang satunya kemudian menerima terlalu sedikit darah, akibatnya ia tidak tumbuh dengan baik.

Bayi yang menerima terlalu banyak darah akan mencoba untuk menyingkirkan kelebihan cairan dalam tubuhnya dengan memproduksi lebih banyak.

Akibatnya, ia akan memiliki terlalu banyak cairan ketuban di sekelilingnya, sementara kembarnya akan memiliki sedikit atau tidak ada sama sekali.

Dan pada kasus ini, bisa menular ke kondisi sang ibu.

Keadaan saat janin mengalami hydrops (bengkak seluruh tubuh) yang menyebabkan ibu juga mengalami kondisi yang sama.

Namun pada ibu, kondisi ini bisa disertai preeklamsia atau toxemia kehamilan, kelainan atau gangguan progresif yang ditandai kehadiran protein dalam urine serta tingginya tekanan darah. (TribunWow.com/Atri Wahyu Mukti/ Roifah Dziatu)

Editor: Tommy Kurniawan
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved