Hasil Investigasi: Terungkap Cara Kerja Buzzer Hoax dan Propaganda Isu Papua, Miliaran Rupiah

"Berdasar temuan dari investigasi ini, kami menduga bahwa tujuan kampanye menggunakan media sosial untuk mempengaruhi opini dunia internasi..."

Hasil Investigasi: Terungkap Cara Kerja Buzzer Hoax dan Propaganda Isu Papua, Miliaran Rupiah
Kolase Istimewa
Cara kerja buzzer hoax dan propaganda isu Papua 

"Di Twitter, akun bot yang diotomasi digunakan untuk mempromosikan dan membagikan konten dari akun utama. Sedangkan di Facebook, mereka membayar iklan Facebook yang menargetkan pengguna di luar Indonesia," kata Elise.

Salah satu contoh post yang diiklankan di Facebook, yang kemudian dihapus oleh Facebook karena melanggar kebijakan iklan di situs itu.

Negara yang menjadi target antara lain AS, Inggris, Swedia, Belanda dan Jerman.

Taktik lain yang dilakukan di Twitter adalah dengan memanfaatkan tagar yang digunakan oleh pihak pro-referendum, seperti misalnya tagar #freewestpapua.

Jaringan itu juga membuat akun yang mirip dengan akun pro-referendum, misalnya akun @westpapuaamerdeka yang mirip dengan akun pro-kemerdekaan, @westpapuamedia.

Nama yang banyak terkait dengan jaringan bot ini adalah akun "West Papua ID" yang terhubung ke domain westpapuaindonesia.com.

Domain ini dan empat website lain terdaftar atas nama Westi Pearly, yang kemungkinan adalah nama palsu.

Namun, ada nomor telepon yang terhubung dengan akun ini.

Dengan memasukkan nomor ini ke WhatsApp dan mencari fotonya dengan mesin pencari foto Yandex, nomor tersebut terhubung pada akun Facebook, LinkedIn dan akun Freelancer pribadi dari seorang bernama Pera Malinda Sihite.

Dia menyebut dirinya sebagai co-founder perusahaan konsultan media sosial InsightID.

Halaman
1234
Editor: duanto
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved