Berita Batanghari

2 Tersangka Kasus Korupsi Dana Desa, Desa Napal Sisik, Batanghari, Tak Ditahan, Ini Alasan Penyidik

2 Tersangka Kasus Korupsi Dana Desa, Desa Napal Sisik, Batanghari, Tak Ditahan, Ini Alasan Penyidik

2 Tersangka Kasus Korupsi Dana Desa, Desa Napal Sisik, Batanghari, Tak Ditahan, Ini Alasan Penyidik
Tribunnews.com
ilustrasi. Dua Tersangka Kasus Korupsi Dana Desa, Desa Napal Sisik, Batanghari, Tak Ditahan, Ini Alasan Penyidik 

2 Tersangka Kasus Korupsi Dana Desa, Desa Napal Sisik, Batanghari, Tak Ditahan, Ini Alasan Penyidik

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Dua tersangka kasus korupsi dana desa (DD) Desa Napal Sisik, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, tahun anggaran 2018, ternyata tidak ditahan penyidik Satreskrim Polres Batanghari.

Kasat Reskrim Polres Batanghari, Iptu Orivan Irnanda saat dikonfirmasi mengatakan, kedua tersangka tak ditahan di sel Mapolres Batanghari, lantaran berdasarkan penilaian penyidik.

"Yang bersangkutan juga kooperatif ketika dimintai keterangan datang ke Mapolres," sebut Orivan saat dikonfirmasi, Jumat (11/10/2019).

Dua Pejabat Desa Napal Sisik Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa

Serapan Dana Desa Kabupaten Kerinci & Sungai Penuh Masih Rendah, Ini Harapan Supendi kepada Pemprov

80 Ton Kopi Kerinci dan Jangkat, Merangin, Tahun Ini Akan Diekspor Ke Belgia, Ini Jenis Kopinya

Meski demikian, kata Mantan Kapolsek Muara Tembesi ini, penyidik masih terus melakukan pemberkasan terhadap perkara kedua tersangka.

"Berkas kedua tersangka sudah kita kirim ke JPU juga belum lama ini. Namun dikembalikan (P19) karena ada kekurangan. Dan, sekarang masih dalam tahap melengkapi petunjuk dari mereka (jaksa,red)," jelasnya.

Diketahui dua orang yang terseret dalam kasus ini yaitu Sargawi (45) selaku Pjs Kepala Desa Napal Sisik periode 2017-2018. Sargawi juga merupakan PNS di SD 31. Kemudian Bambang Heri Jasmani (30) selaku Kasi Pemerintahan Desa Napal Sisik/Mantan Ketua TPK tahun 2018.

Sempat Beri Kritikan, Supendi Apresiasi Pengelolaan Dana Desa di Muaro Jambi

Berharap dengan Hujan Buatan, Pangdam II Sriwijaya akan Semai 2400 Kg Kapur Tohor

Tanda-tanda Tubuh Kelebihan Gula, Jika Diabaikan Diabetes Mengancam!

Viral, Kepala Ombudsman Jambi Ungkap Kondisi RSUD Kerinci lewat Postingan di Facebook, Ini Isinya

Mereka ditetapkan sebagai tersangka pada 2 September 2019 lalu berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap para saksi. 

Berdasarkan penghitungan Inspektorat Kabupaten Batanghari, dana yang diselewengkan berjumlah Rp 154 juta lebih dari anggaran DD yang bersumber dari APBN sejumlah Rp 732 juta.

Dalam penggunaan anggaran tersebut terdapat sejumlah kegiatan yang dilakukan yaitu pemeliharaan gedung PAUD, Posyandu, gedung serba guna dan pengadaan sarana/prasarana olahraga.

Dari 4 kegiatan itu ditemukan kerugian dari dua kegiatan yaitu kegiatan pemeliharaan gedung serba guna sekira Rp 51 juta serta pengadaan sarana/prasarana olahraga dengan kerugian Rp 103 juta.

Kedua tersangka disangkakan pasal 2 ayat (1) UU RI Nomor 31 tahun 1999 jo UU RI no 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUH Pidana atau persangkaan Subsider pasal 3 UU RI Nomor 31 tahun 1999 jo UU RI no 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUH Pidana.

2 Tersangka Kasus Korupsi Dana Desa, Desa Napal Sisik, Batanghari, Tak Ditahan, Ini Alasan Penyidik (Rian Aidilfi/Tribunjambi.com)
 

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved