PENGAKUAN Sekum FPI Munarman Usai Diperiksa Polisi 11 Jam Terkait Penganiayaan Relawan Jokowi Ninoy

Sekretaris Umum (Sekum) Front Pembela Islam ( FPI), Munarman selesai diperiksa sebagai saksi terkait kasus penculikan dan penganiayaan Ninoy Karundeng

PENGAKUAN Sekum FPI Munarman Usai Diperiksa Polisi 11 Jam Terkait Penganiayaan Relawan Jokowi Ninoy
Akhdi Martin Pratama
Kuasa hukum juru bicara FPI, Munarman, Kapitra Ampera saat di Mapolda Metro Jaya, Kamis (24/11/2016). 

TRIBUNJAMBI.COM- Sekretaris Umum (Sekum) Front Pembela Islam ( FPI), Munarman selesai diperiksa sebagai saksi terkait kasus penculikan dan penganiayaan Ninoy Karundeng pada Rabu (9/10/2019) pukul 22.30 WIB.

Dia berada di ruangan penyidik untuk diperiksa sebagai saksi selama 11 jam sejak pukul 11.20 WIB.

Munarman mengatakan, dia dicecar 20 pertanyaan oleh penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya terkait peristiwa penganiayaan terhadap Ninoy dan rekaman CCTV Masjid Al-Falah, Pejompongan, Jakarta Pusat.

Baca: Divonis Penyakit Mematikan, Seleb Cantik Jelita Ini Meninggal Usai Salat Dalam Kondisi Pakai Mukena

Baca: TERUNGKAP Bukan Suami yang Kenalkan Nunung ke Kurir Sabu, Tapi Ada Pria Lain Siapa Dia?

Baca: Kekasih Lucinta Luna Punya Buah Dada? Pilot Ini Juga Bongkar Fakta Asli Soal Identitas Lucinta Luna

"Intinya tentang apakah saya mengetahui peristiwa (penganiayaan) di Masjid Al-Falah, saya bilang saya tidak tahu peristiwa itu (penganiayaan terhadap Ninoy)," kata Munarman di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan.

Munarman juga mengakui memberikan konsultasi hukum terkait rekaman CCTV masjid terhadap salah satu tersangka penganiayaan Ninoy yakni S alias Supriyadi yang merupakan pengurus Masjid Al-Falah.

Konsultasi hukum itu dilakukan melalui pesan singkap WhatsApp pada 2 Oktober 2019. Namun, Munarman mengaku belum pernah melihat rekaman CCTV tersebut.

Baca: Wisudawan di Singapura Kaget Bukan Main saat Status Kaesang Anak Jokowi Terungkap, Begini Reaksinya

Baca: Tak Terima Dirampok, Sopir Kejar dan Tabrak Mobil Kawanan Perampok di Tol

Baca: Dibanding Orang Dekatnya Jokowi, Ini Orang Dekat Megawati yang Diduga Kuat Bakal Jadi menteri

"Soal rekaman CCTV di masjid, kan ada berbagai macam rekaman tuh. Saya minta CCTV itu untuk saya lihat selaku orang hukum sehingga saya bisa menilai dan memperkirakan langkah-langkah hukum apa yang perlu saya berikan kepada pengurus masjid," ujar Munarman.

"Saya sendiri belum lihat (isi rekaman CCTV), saya belum dapat sama sekali (rekaman CCTV)," lanjutnya.

Kronologi

Adapun Ninoy diketahui menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok orang tak dikenal di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat pada 30 September lalu.

Baca: Arteria Dahlan Dijegal Najwa Shihab Saat Ajak Orang Asing Naik ke Panggung Bahas KPK: Saya Berhak!

Baca: Afgan Syahreza hingga Merem Saat Hidung Hidung Rossa Nempel di Pipinya, Hingga Bereaksi Begini

Baca: BAHAYA Minyak Goreng Jelantah, Cuma Satu Kali Penyaringan, Sederet Penyakit Siap Menggerogoti

Baca: Terungkap Fakta Kelakuan Nunung, Setiap Bulan Keluarkan Uang Jutaan Rupiah Demi Beli Sabu

Dia dianiaya lantaran merekam aksi unjuk rasa dan demonstran yang sedang mendapatkan pertolongan karena terkena gas air mata di kawasan tersebut. Mereka juga mengambil hingga menyalin data yang tersimpan dalam ponsel dan laptop Ninoy.

Tak sampai di situ, Ninoy juga sempat diinterogasi dan diancam dibunuh hingga mayatnya akan dibuang di tengah kerumunan massa aksi unjuk rasa. Penganiayaan itu berakhir setelah mereka memesan jasa GoBox untuk memulangkan Ninoy beserta sepeda motor yang telah dirusak pada Selasa (1/10/2019).

Polisi telah menetapkan 13 tersangka terkait penganiayaan dan penculikan Ninoy. Salah satu tersangka adalah Sekretaris Jenderal Persaudaraan Alumni (PA) 212, Bernard Abdul Jabbar.

Sebanyak 12 tersangka telah ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya. Sementara itu, satu tersangka lainnya yakni tersangka TR ditangguhkan penahanannya dengan alasan kondisi kesehatan.

Editor: rida
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved