PDIP dan Golkar Kecolongan Posisi AKD, PAN Rebut Dua Posisi

Fraksi PDIP dan Fraksi Partai Golongan Karya tidak kebahagiaan posisi strategis di alat kelengkapan dewan di DPRD Provinsi Jambi.

PDIP dan Golkar Kecolongan Posisi AKD, PAN Rebut Dua Posisi
Tribunjambi/Zulkifli
Edi Purwanto 

PDIP dan Golkar Kecolongan Posisi AKD, PAN Rebut Dua Posisi

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (F- PDIP) dan Fraksi Partai Golongan Karya (F Golkar) di DPRD Provinsi Jambi tidak kebahagiaan posisi strategis di alat kelengkapan dewan (AKD). 

Partai PDIP menjadi partai pemenang pemilu legislatif di Provinsi Jambi. Sehingga mereka berhak untuk duduk sebagai ketua DPRD Provinsi Jambi. Sedangkan Golkar duduk sebagai wakil ketua DPRD Provinsi.

Namun, dalam pemilihan dan penentuan AKD ternyata PDIP kecolongan hingga tidak ada satu pun kader PDIP dan Golkar yang terpilih menjadi ketua. Baik di komisi I, II, III, dan IV serta di Bapemperda dan BK DPRD. 

Edi Purwanto, Ketua DPRD yang juga Ketua DPD PDIP ketika dikonfirmasi Tribun (9/10/2019) mengatakan bahwa sebenarnya mereka tidak kecolongan. Melainkan PDIP berbagi kepada partai-partai lain untuk sama-sama mendapat posisi di dewan. 

"Saya punya narasi awal. Teman-teman yang belum punya pimpinan kita kasih posisi pimpinan atau ketua,"ujar Edi Purwanto. 

Baca: Desi Ratna Sari Dapat Hadiah Mobil dari BRI Jambi, Panen Hadiah Simpedes 2019

Baca: Acer Swift 3 dan Acer Swift 5 Tampil Lebih Tipis dan Ramping

Baca: Mulai Siapkan Bahan, Ini Jadwal dan Formasi Penerimaan CPNS di Muaro Jambi

Edi mengatakan itu sebagai bentuk semangat kebersamaan. Mereka tidak ingin mentang mentang PDIP sebagai pemenang maka akan mengambil semua posisi strategis. 

"Bahkan teman dari fraksi gabungan pun kita berikan kesempatan untuk posisi ketua," ujar Edi Purwanto.

Edi menegaskan tidak ada kalah menang atau kecolongan. Sebab semua proses pembahasan itu dilakukan musyawarah hanya lima menit sudah selesai keputusannya.

Selain itu Edi sendiri mengatakan bahwa mereka berpikir dengan kejadian sebelumnya (OTT KPK.red) banyak yang menolak. Sebab banyak yang ditetapkan tersangka oleh KPK kemarin adalah ketua Komisi. 

Halaman
12
Penulis: dunan
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved