Mahasiswa Teknik Sipil Bantu Petani di Jambi Lewat SakuTani, Bisa Belajar Online

SakuTani merupakan startup e-commerce yang menggunakan teknologi industri 4.0. berbasis aplikasi Android untuk menjual produk petani.

Mahasiswa Teknik Sipil Bantu Petani di Jambi Lewat SakuTani, Bisa Belajar Online
Tribunjambi/Nurlailis
Jefri Herdi Triyanto selaku CEO SakuTani. 

Mahasiswa Teknik Sipil Bantu Petani di Jambi Lewat SakuTani, Bisa Belajar Online

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - SakuTani merupakan startup e-commerce yang menggunakan teknologi industri 4.0. berbasis aplikasi Android untuk menjual produk petani komunitas, konvensional, peternak dan produk UMKM.

SakuTani merupakan binaan inkubator bisnis Unja yang didirikan oleh mahasiswa Jefri Herdi Triyanto dari teknik sipil.

SakuTani menyediakan berbagai produk tani seperti sayuran, buah, rempah, dengan kualitas terbaik yang telah dijamin dan diambil langsung dari petani untuk diberikan kepada konsumen.

"Produk SakuTani sudah kami jamin kualitasnya dan kami ambil langsung dari petani. Kami menyediakan jasa pengiriman terbaik yang telah kami siapkan sendiri untuk mengirimkan produk langsung ke rumah juga," ungkap Jefri Herdi Triyanto selaku CEO.

Baca: Mulai Siapkan Bahan, Ini Jadwal dan Formasi Penerimaan CPNS di Muaro Jambi

Baca: Gila Judi Online, Sales di Jambi Tipu Guru Sekolah Hingga Belasan Juta, Begini Modusnya

Baca: Lagi Mabuk Ceper Pari Nekat Curi Paketan di Mobil, Jatuh Bangun Dikejar Karyawan JNE

SakuTani berupaya untuk berkontribusi dengan membantu para petani untuk menjual produk hasil tani dengan lebih baik.

Salah satu layanannya adalah SakuPintar, merupakan pelayanan yang diberikan untuk para petani berupa pengetahuan tentang pertanian. Petani dapat belajar ilmu pertanian baru langsung dari aplikasi SakuPintar yang telah disediakan.

"Alasan dilibatkan UMKM juga karena produk mereka berasal dari para petani dan peternak," ujarnya.

Startup ini dirintis sejak Maret 2019 dan mulai beroprasi sejak Agustus 2019.

Kendalanya yang dihadapi adalah SakuTani masih diakses di website belum masuk ke play store. Di website akan diarahkan bagaimana caranya untuk mendownload aplikasinya.

"Semua produk bisa masuk, yang penting mereka ready stok. Diliat juga ketahanan produk apakah tahan lama. Petani yang dilibatkan dari komunitas seperti hidroponik, tapi konvensional juga ada," pungkasnya. (Lai)

Penulis: Nurlailis
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved