Lebih Dekat Dengan Sosok Pipuk Firman Priyadi : Dibalik Layar Kemegahan Kejati Jambi

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi dibawah kepemimpinan Andi Nurwinah terus melakukan terobosan-terobosan. Tidak hanya dari sisi penegakan hukum yang pat

Lebih Dekat Dengan Sosok Pipuk Firman Priyadi : Dibalik Layar Kemegahan Kejati Jambi
istimewa
Pipuk Firman Priyadi 

TRIBUNJAMBI.COM- Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi dibawah kepemimpinan Andi Nurwinah terus melakukan terobosan-terobosan. Tidak hanya dari sisi penegakan hukum yang patut diapresiasi, tapi lihatlah perwajahan Kejati Jambi juga mengalami perubahan signifikan.

Juli lalu, Kejati Jambi baru saja memulai pelaksanaan pembangunan gedung kantor Kejaksaan Tinggi Jambi dengan anggaran senilai Rp 9.797.094.526.

Pembangunan gedung tersebut tak lepas dari tangan dingin Pipuk Firman Priyadi, Asisten Pembinaan Kejati Jambi. Sosok bersahaja dibalik layar kemegahan gedung Kejati Jambi itu memang menaruh perhatian besar dengan peningkatan infrastruktur dalam lingkup Kejati.

"Dimutasi ke Jambi itu pada 2017. Saya melihat aparatnya sudah bagus tapi infrastruktur kurang menunjang. Dengan kondisi gedung sudah lama, parkir yang tidak representative melimpah ke jalan itu jadi perhatian. Lalu saya melapor, mengeluh ke Ibu Kajati untuk meningkatkan infrastruktur supaya bekerja lebih maksimal dan nyaman," bebernya pada Tribun, pekan lalu.

Baca: Asintel Kejati Jambi Yudi Triadi: Tak Gentar Buru Buronan, Bawa Jambi Peringkat Kedua Se-Indonesia

Baca: Setelah Barbie Kumalasari Pamer, Keceplosan Isi Saldo ATM Ruben Onsu Dibongkar Raffi Ahmad

Baca: Kajati Jambi Andi Nurwinah: Tak Gentar Diancam, Berharap Jambi Lolos Predikat WBK dari Kemenpan RB

Niat tulus Pipuk, disepakati kajati. Ia pun mempersiapkan segala administrasi untuk mendapatkan hibah dari Pemprov Jambi. Semula dana yg ia ajukan adalah Rp 15 miliar namun yang dikabulkan sebesar hampir Rp 10 miliar untuk pembangunan gedung 3 lantai.

Tak cepat puas, Pipuk kembali mengupayakan pengajuan perencanaan pembangunan ke Kejagung. Ia minta dana Rp 36 miliar untuk gedung 7 lantai dengkap dengan basement untuk menampung parkir mobil dinas dan pegawai Kejati.

"Niat saya itu ada basement, jadi mobil-mobil dinas. Bisa lebih awet karena parkir dibasement, tidak selalu kena hujan dan panas. Itukan barang milik negara jadi perlu dijaga. Nah untuk didepan, bisa parkir tamu," jelasnya.

Sayangnya, pengajuannya hanya disetujui Rp 18 miliar. Tapi itu tentu tetap lebih baik. Dengan dana tersebut Kejati Jambi melakukan pembangunan gedung 4 lantai yang nantinya tersambung dengan gedung baru dari dana hibah Pemprov Jambi.

"Ke depan, gedung lama akan dilakukan penghapusan karena akan di landscape sebagai tanah lapang, lahan parkir, sehingga enak dipandang," ujar Pipuk. (Ridaefriani)

Pipuk Firman Priyadi
Pipuk Firman Priyadi (istimewa)

3 Kali Jadi Kajari

Halaman
123
Penulis: rida
Editor: rida
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved