Berita Jambi

Laporan Pengelolaan Limbah, Pemkot Jambi Minta Pengusaha Pakai Sippoling, Ini Tujuannya

Laporan Pengelolaan Limbah, Pemkot Jambi Minta Pengusaha Pakai Sippoling, Ini Tujuannya

Laporan Pengelolaan Limbah, Pemkot Jambi Minta Pengusaha Pakai Sippoling, Ini Tujuannya
Tribunjambi/Rohmayana
Laporan Pengelolaan Limbah, Pemkot Jambi Minta Pengusaha Pakai Sippoling, Ini Tujuannya 

Laporan Pengelolaan Limbah, Pemkot Jambi Minta Pengusaha Pakai Sippoling, Ini Tujuannya

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Guna memudahkan pelaporan perusahaan terhadap pengelolaan limbah bagi perusahaan, Pemkot Jambi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi, berinovasi dengan pelaporan online, yang dinamakan Sistem Informasi Pelaporan Pengelolaan Lingkungan Hidup (Sippoling).

Ardi, Kepala DLH Kota Jambi mengatakan, Sippoling bertujuan untuk mempermudah pelaku usaha melakukan pelaporan dan untuk mengurangi sampah hasil kertas pelaporan manual.

"Sehingga kita lakukan sosialisasi Peraturan Wali Kota Jambi No. 43 tahun 2019 tentang sistem Informasi Pelaporan Pengelolaan Lingkungan Hidup (Sippoling)," ujarnya, Kamis (10/10/2019) di Aula DLH Kota Jambi.

Baca: Deretan Pengusaha yang Santer Calon Menteri Jokowi, Bos Gojek, Wishnutama hingga NI Luh Djelantik

Baca: Hujan Batu di Purwakarta Ternyata Karena Tambang Batu, Sebabkan Kerusakan, Apakah Izin Akan Dicabut?

Baca: VIDEO & Foto-foto Menkopolhukam Wiranto Ditusuk, Terbaring Lemah di IGD, Diberangkatkan ke RSPAD

Menurut Ardi, pelaporan secara online tersebut akan dilaksanakan setelah Bimbingan teknis (Bimtek) kepada pelaku usaha yang ada di Kota Jambi.

Bimtek kata Ardi, akan dilakukan secara maraton, mengingat banyaknya jumlah pelaku usaha yang ada di Kota Jambi.

"Setelah melakukan bimtek ke semua pelaku usaha secara continue, kita akan segera berlakukan sistem pelaporan online tersebut," katanya.

Baca: Keuangan Daerah di Jambi Masih Tergantung Pusat, Daerah Ini Paling Tinggi

Baca: Wiranto Ditusuk, Kapolsek Ikut Terluka, Ini Wajah Pelaku Penusukan Menko Polhukam

Baca: Hakim Tanya Masalah Jalan Layang Simpang Mayang, Ternyata Bukan Karena OTT KPK, Ini Jawaban Cornelis

Ardi mengatakan terdata sebanyak 880 pelaku usaha di Kota Jambi, sehingga membutuhkan waktu untuk proses sosialisasi. Selama pelaporan secara manual, kata dia tingkat kesadaran perusahaan rendah. Bahkan tidak mencapai 50 persen perusahaan yang melaporkan.

"Untuk itu kita berharap dengan kemudahan ini, antusias pelaku usaha untuk melaporkan bisa tinggi," kata dia.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Jambi Maulana mengatakan, Sippoling juga akan terintegrasi dengan Sikoja. Ini untuk menjaga lingkungan bagi pelaku usaha.

"Seperti diketahui, Kota Jambi banyak kegiatan ekonomi, produksi dan industri yang menghasilkan limbah. Kita akan melakukan upaya pengelolaan hingga tidak menyebabkan pencemaran udara, air dan lainnya. Tadi kami lihat pelaku usaha antusias untuk pelaporan secara online ini. Semoga bisa mendukung Jambi sebagai smart city," pungkasnya.

Laporan Pengelolaan Limbah, Pemkot Jambi Minta Pengusaha Pakai Sippoling, Ini Tujuannya (Rohmayana/Tribunjambi.com)

Penulis: Rohmayana
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved