Dinas Perpusatakaan Sarolangun Bangun Pojok Baca di Kampung SAD, Tumenggung Bebayang Bilang Begini

Dinas Perpustakaan Kabupaten Sarolangun membuat Pojok Baca perpustakaan di wilayah Kampung Madani Suku Anak Dalam di Desa lubuk Jering.

Dinas Perpusatakaan Sarolangun Bangun Pojok Baca di Kampung SAD, Tumenggung Bebayang Bilang Begini
Tribunjambi/Wahyu Herliyanto
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kabupaten Sarolangun membuat Pojok Baca perpustakaan di wilayah kampung madani Suku Anak Dalam (SAD) di Desa Lubuk Jering, Kecamatan Air Hitam. 

Dinas Perpusatakaan Sarolangun Bangun Pojok Baca di Kampung Madani, Tumenggung Bebayang Bilang Begini

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Pihak perpustakaan Daerah Sarolangun terus genjot peminat baca di wilayahnya hingga pelosok desa.

Seperti memberdayakan budaya literasi, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kabupaten Sarolangun membuat Pojok Baca perpustakaan di wilayah kampung madani Suku Anak Dalam (SAD) di Desa Lubuk Jering, Kecamatan Air Hitam.

Kepala DPAD Ali Amri mengatakan bahwa pihaknya menyediakan sarana perpustakaan tersebut bertujuan untuk mendekatkan pelayanan perpustakaan bagi masyarakat SAD setempat. Khususnya kepada warga dan anak-anak SAD yang sedang menimba ilmu di sekolah.

"Giat kita ada perpustakaan keliling dengan membuat Pojok Baca perpustakaan Kampung Madani SAD. Dengan menggerakan dan membudayakan minat baca anak-anak dan masyarakat SAD khususnya di kampung madani," katanya.

Baca: Foto-foto Kronologi Wiranto Ditusuk Senjata Ninja di Banten, Ini Sosok Pelaku Asal Medan

Baca: Detik-detik Kunai Pelaku Penusukan Menko Polhukam di Arahkan ke Perut Wiranto, Kapolsek Ikut Terluka

Baca: Endang Abdul Naser Resmi Jabat Sekda Sarolangun, Lihat Jabatan Sebelumnya

Katanya, sarana prasarana perpustakaan yang disiapkan tersebut berupa satu paket bantuan perpustakaan berupa beberapa rak buku, rak dinding, meja serta berbagai jenis koleksi buku baca untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat SAD.

"Kita harapkan masyarakat kampung madani bisa lebih maju mengejar ketertinggalanya dan meningkatkan pengetahuan agar bisa lebih mandiri. Anak-anak SAD semakin giat dalam proses belajar baik secara formal maupun non formal," katanya.

Sementara Tumenggung Bebayang mengaku jika keberadaan perpuatakaan ini sangat membantu apalagi pengetahuan anak-anak SAD.

"Iyo, jadi kito jadi tahu soal dunio luar, dak terus di hutan be," katanya. (Cwa)

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved