Cara Unik Guru di Pedalaman Jambi Belajar Metode Pembelajaran Aktif, Ada yang Jualan Es Buah

Pengalaman yang dialami oleh Ibu Sri Nurhidayati, sungguh mendalam ketika ia mengikuti pelatihan dan mewajibkannya berakting menjadi pengusaha.

Cara Unik Guru di Pedalaman Jambi Belajar Metode Pembelajaran Aktif, Ada yang Jualan Es Buah
ist
Guru-guru di pedalaman Jambi belajar metode pembelajaran aktif. 

Cara Unik Guru di Pedalaman Jambi Belajar Metode Pembelajaran Aktif, Ada yang Jualan Es Buah

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Pengalaman yang dialami oleh Ibu Sri Nurhidayati, S.Pd (56 th) sungguh mendalam ketika ia mengikuti pelatihan dan mewajibkannya berakting menjadi pengusaha. Guru SDS Permata Agri Merlung yang berada di lokasi pedalaman perkebunan sawit ini masuk di kelompok mapel IPS. Salah satu praktik menarik yang dilakukannya selama pelatihan adalah berjualan es buah.

”Belajar berwirausaha, kebetulan kelompok saya membuat es buah, mulai dari memilih bahan yang berkualitas, membuat, mengemas, membuat label harga hingga memasarkan,” ungkap Bu Sri, panggilan akrabnya.

Nantinya, selepas mengikuti pelatihan, ia bersama kawan-kawan sesama guru akan menerapkan kembali di kelas masing-masing.

Indra Gusman, S.Pd (34 th), guru SDN 210 Tanjung Dani Kabupaten Tebo mengaku tidak menyangka mengikuti pelatihan seseru ini. Ia bersama kawan-kawan sesama guru dari Kabupaten Tebo, Tanjab Barat dan Batanghari mengikuti pelatihan modul II pembelajaran SD yang diinisiasi program STEP (School Transition and Empowerment Project) Tanoto Foundation dan Asian Agri.

Baca: Lagi Asyik Ngamar Diganggu Satpol PP, 15 Pasangan Bukan Suami Istri Terjaring Razia di Kota Jambi

Baca: Mantan Anggota DPRD Merangin Tak Mau Kembalikan Mobil Dinas, 22 Kendaraan Masih Tertahan

Baca: Antisipasi Korban di Pemilu Serentak 2020, KPU Godok Draf PKPU, Usia Penyelenggara Bakal Dibatasi

Program STEP merupakan lanjutan program Pelita Pendidikan Tanoto Foundation dan Asian Agri di Provinsi Jambi yang sudah dimulai sejak tahun 2010. Diharapkan setelah Program STEP selesai, sekolah-sekolah yang menjadi mitra Tanoto Foundation lebih mandiri dalam melaksanakan program kegiatan di sekolah.

Indra, begitu ia akrab disapa, menuturkan selama mengikuti pelatihan merasa senang dan seru karena lebih banyak praktik dengan kawan sesama guru.

“Pelatihan yang biasanya hanya menerima secara pasif, kini aktif dalam mengikuti setiap unit. Hal ini akan saya bawa ketika kembali ke sekolah nantinya,” ujar Indra.

Ia merasa bersyukur terpilih bersama fasilitator lokal lainnya untuk terus menimba ilmu melalui pelatihan aktif, agar ketika pulang nanti bisa mempraktikkan ke siswa.

“Dalam bayangan saya, pelatihannya akan membosankan di mana peserta diberikan modul yang serius dan banyak teori. Tetapi setelah mendapatkan materi, ternyata kegiatan di dalamnya sangat menyenangkan,” kata Indra, ditemui di Jambi, Rabu, (9/10/2019).

Halaman
12
Penulis: fitri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved