BAHAYA Minyak Goreng Jelantah, Cuma Satu Kali Penyaringan, Sederet Penyakit Siap Menggerogoti

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita berharap mulai Januari 2020 tidak ada lagi distribusi minyak goreng curah.

BAHAYA Minyak Goreng Jelantah, Cuma Satu Kali Penyaringan, Sederet Penyakit Siap Menggerogoti
Nurhadi/VOA
Minyak jelantah, katalis dari tanah liat dan bensin yang dihasilkan. (Nurhadi / VOA Indonesia) 

TRIBUNJAMBI.COM- Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita berharap mulai Januari 2020 tidak ada lagi distribusi minyak goreng curah.

Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan mutu dan keamanan pangan yang dikonsumsi. Salah satunya adalah melalui program pengalihan minyak goreng curah ke minyak goreng kemasan.

Sebenarnya, program ini telah dilakukan sejak 2014 melalui penerbitan kebijakan minyak goreng kemasan yang mulai diberlakukan pada 1 April 2017.

Baca: Arteria Dahlan Dijegal Najwa Shihab Saat Ajak Orang Asing Naik ke Panggung Bahas KPK: Saya Berhak!

Baca: Kecurigaan Najwa Shihab ke Surya Paloh Ancam Jatuhkan Jokowi Soal Perppu KPK, Apa yang Tak Bisa?

Baca: Sindiran Pedas Najwa Shihab Soal Kelakuan Arteria Dahlan Jadi Sorotan Gegara Serang Emil Salim

Kebijakan tersebut ditunda karena belum siapnya produsen minyak goreng untuk memperluas unit pengemasan dan menumbuhkan industri pengemasan di daerah.

Lantas, apa sebenarnya minyak goreng curah? Mengapa perlu dilakukan pengalihan minyak goreng curah dalam peningkatan mutu dan keamanan pangan yang dikonsumsi ini?

Melansir dari Jurnal Ilmiah Farmasi, Pharmacon, perbedaan minyak goreng curah dengan minyak goreng kemasan pada dasarnya terletak pada penyaringannya.

Baca: Cerdiknya Kopassus, Jalani Misi di Kongo Bermodal Kain Putih dan Bawang, 3000 Pemberontak Bubar!

Baca: Sisi Lain Istri Kopassus, Tahu-tahu Suami di Atas Pesawat dan Kapal untuk Misi Rahasia

Baca: Ingin Download File dan Video Lebih Cepat? Berikut Ini Kekurangan dan Kelebihan IDM vs JDownloader

Penyaringan ini berpengaruh terhadap kualitas minyak goreng.

Minyak goreng curah mengalami satu kali penyaringan, sedangkan minyak goreng kemasan mengalami dua kali penyaringan.

Berdasarkan persyaratan SNI, minyak goreng curah cenderung tidak memenuhi pada satu kriteria, yaitu syarat bilangan peroksida.

Angka peroksida menunjukkan tingkat kerusakkan minyak karena oksidasi.

Halaman
12
Editor: rida
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved