ASAP Pekat Selimuti Kota Jambi dari Sore hingga Malam, Ardi: Di Angka 400 Kategori Berbahaya

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI, TRIBUN - Kondisi udara di Kota Jambi beberapa hari belakangan ini berada dalam kategori

ASAP Pekat Selimuti Kota Jambi dari Sore hingga Malam, Ardi: Di Angka 400 Kategori Berbahaya
Tribunjambi/Rohmayana
Ardi Kepala DLH Kota Jambi imbau warga agar mengenakan masker untuk mengurangi dampak kabut asap. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI, TRIBUN - Kondisi udara di Kota Jambi beberapa hari belakangan ini berada dalam kategori berbahaya, terutama pada malam.

Hal ini masih dipicu banyaknya lahan yang terbakar di beberapa Kabupaten dan Provinsi tetangga seperti Riau, Sumatera Selatan, Muaro Jambi.

Informasi yang dihimpun dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi, kondisi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) berada dalam kategori berbahaya pada malam hari.

Baca: TERJARING Razia di Kosan dan Hotel Melati, 9 Pasangan Diduga Mesum Bikin Surat Pernyataan

Baca: Cara Unik Guru di Pedalaman Jambi Belajar Metode Pembelajaran Aktif, Ada yang Jualan Es Buah

Baca: PEMBURU Temukan Mayat Tergeletak di Kebun Sawit, Polisi Masih Mengusut: Di Tangan Korban Ada Pisau

 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi, Ardi mengatakan, kondisi udara beberapa waktu sebelumnya sempat baik hingga sedang.

Namun mulai pada Rabu malam (10/10), kondisi udara di Kota Jambi mengalami peningkatan status menjadi berbahaya.

Berdasarkan pantauan AQMS dengan indikator PM 2.5 pukul Rabu malam, di angka 400 dengan kategori berbahaya.

Baca: KB MOP Khusus Pria Disiapkan, Program Pil KB Kerap Gagal

Baca: Markas Besar TNI Buka Penerimaan Calon Perwira TNI, Pendaftaran Ditutup 31 Oktober 2019

 

"Perkembangannya terus menurun, pada Kamis pagi dalam kategori tidak sehat. Kondisi peningkatan pekatnya asap ini terjadi sore hingga malam," katanya, Kamis (10/10).

Ardi menyebutkan, kemungkinan hujan beberapa waktu lalu belum membasahi semua lahan gambut yang terbakar.

"Hujan yang turun kemungkinan hanya membasahi bagian atas, tapi tidak sampai ke gambut bawah," sebutnya.

Baca: Pilot Ganteng Ini Gagal Jadi Mantu Jokowi, Haydar Pratama Mantan Kahiyang Ayu Bukan Sosok Biasa

Baca: Terungkap Nama dan Tanggal Kelahiran Calon Anak Ahok dan Puput Nastiti Devi, BTP Kenang Veronica Tan

Baca: Mantan Anggota DPRD Merangin Tak Mau Kembalikan Mobil Dinas, 22 Kendaraan Masih Tertahan

 

Kota Jambi sebut Ardi, terdampak dari asap tersebut, sebab arah angin dari timur tenggara.

Titik panas yang terdeteksi itu dari bagian tenggara dan timur dari Kota Jambi.

"Mungkin ini terbawa angin sehingga masuk Kota Jambi," ujarnya

Ardi menyebutkan, meskipun kondisi sudah masuk hujan, pihaknya tetap menghimbau kepada masyarakat untuk tetap menggunakan masker saat berada di luar ruangan.

Baca: SUSU Bawang Memiliki Khasiat Sangat Luar Biasa, Ternyata Mampu Atasi Lemah Syahwat: Begini Caranya

Baca: Begini Jawaban Singkat Najwa Shihab Bila Ditanya Tak Gunakan Jilbab, Padahal Anak Quraish Shihab

Baca: Antisipasi Korban di Pemilu Serentak 2020, KPU Godok Draf PKPU, Usia Penyelenggara Bakal Dibatasi

 

"Tetap menjaga kondisi kesehatan tubuh. Saat ini kalau masih terlihat asap pekat, jangan terlalu memaksa beraktifitas diluar ruangan. Jikapun terpaksa, gunakan masker," pungkasnya. (may)

Penulis: Rohmayana
Editor: ridwan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved