Berita Nasional

Tiga Pegawai AirAsia Kepergok Memasukkan Barang Ini ke Dalam Pesawat Rute Bali-Singapura

Tiga Pegawai AirAsia Kepergok Memasukkan Barang Ini ke Dalam Pesawat Rute Bali-Singapura

Tiga Pegawai AirAsia Kepergok Memasukkan Barang Ini ke Dalam Pesawat Rute Bali-Singapura
Tribun Bali/Rizal Fanany
Pesawat AirAsia saat di Bandara Ngurah Rai 

Tiga Pegawai AirAsia Kepergok Memasukkan Barang Ini ke Dalam Pesawat Rute Bali-Singapura

TRIBUNJAMBI.COM, DENPASAR - Kejahatan bisa saja terjadi bila ada hal yang menggiurkan untuk didapatkan.

Seperti hal yang dialami tiga pegawai maskapai Air Asia ini.

Agus Purnomo alias Agus alias Cungkring (24), I Putu Agus Surya Astika alias Roska (32) dan Ali Taufiq Ikbal alias Ali (31) diadili di PN Denpasar, Rabu (9/10/2019).

Ketiga pegawai maskapai Air Asia ini (sebagaimana tertera dalam surat dakwaan) didudukan sebagai terdakwa terkait kasus penyelundupan 17 ribu lebih bibit lobster.

Di persidangan, ketiga terdakwa menjalani sidang secara maraton.

Baca: Cara Cepat Mendapat Tiket Pesawat Murah, Direktur Air Asia Memberi Petunjuk Praktis

Baca: Mantan Pilot Senior Stephanus GS Sebut Dugaan Penyebab Kecelakaan Lion Air Mirip Air Asia

Baca: Heboh Penemuan Jenazah Bayi di Toilet Pesawat Air Asia Dalam Kondisi Terbungkus Tisu

Diawali dengan pembacaan dakwaan dari tim Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dilanjutkan pemeriksaan keterangan para saksi dan pemeriksaan ketiga terdakwa.

Tim jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar dalam surat dakwaannya, mendakwa ketiga terdakwa dengan dakwaan alternatif.

Baca: Korban Alami Luka Bakar, Dua Rumah di Sungai Rusak Berat Akibat Terbakar

Baca: Titik Api Nihil, Sarolangun Masih Siaga Darurat Karhutla

Dalam dakwaan kesatu disebutkan, bahwa perbuatan para terdakwa diatur dan diancam pidana dalam Pasal 88 Jo pasal 16 ayat (1) UU No.45 tahun 2009 tentang Perubahan atas UU No.31 tahun 2004 tentang Perikanan Jo

Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No.56/PERMEN-KP/2016 tentang Larangan Penangkapan dan/atau Pengeluaran Lobster (penulirus spp), Kepiting (scylla spp) dan Rajungan (portunus pelagicus spp) dari wilayah RI Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP

"Atau kedua, Pasal 88 Jo pasal 16 ayat (1) UU No.45 tahun 2009 tentang Perubahan atas UU No.31 tahun 2004 tentang Perikanan Jo Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No.56/PERMEN-KP/2016 tentang Larangan Penangkapan dan/atau Pengeluaran Lobster (penulirus spp), Kepiting (scylla spp) dan Rajungan (portunus pelagicus spp) dari wilayah RI Jo Pasal 53 ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP," jelas Jaksa I Made Lovi Pusnawan dihadapan majelis hakim pimpinan Soebandi.

Baca: Oknum Kades di Merangin Ditangkap Polisi karena Tertangkap Main Judi

Baca: Perut Vanesha Bocah Asal Sarolangun Ini Semakin Membesar, Terpaksa Hanya Gunakan Obat Kampung  

Pula diungkap dalam surat dakwaan, kasus ini berawal pada tanggal 31 Agustus 2019.

Halaman
123
Editor: ekoprasetyo
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved