15 Tersangka Terancam 12 Tahun Penjara, Korban Tewas Mengikuti Diksar UKM Pecinta Alam  

olres Pesawaran menahan 17 panitia penyelenggara Pendidikan Dasar (Diksar) UKM Pecinta Alam FISIP Universitas Lampung

15 Tersangka Terancam 12 Tahun Penjara, Korban Tewas Mengikuti Diksar UKM Pecinta Alam   
Tribun Lampung/Didik
Diduga Dipukuli hingga Merayap Tanpa Baju di Tanah Bak Latihan Militer, Mahasiswa Unila yang Sempat Ikut Demo Meninggal Dunia Saat Diksar Pencinta Alam 

BANDAR LAMPUNG, TRIBUN - Polres Pesawaran menahan 17 panitia penyelenggara Pendidikan Dasar (Diksar) UKM Pecinta Alam FISIP Universitas Lampung, Rabu (9/10).

“Penahanan setelah dilakukan pemeriksaan terhadap para tersangka sejak Selasa malam. Surat perintah penahanannya hari ini (Rabu)," ujar Kapolres Pesawaran AKBP Popon Ardianto Sunggoro.

Ia menambahkan, selama masa penahanan tersebut, pihaknya masih terus melakukan pemeriksaan-pemeriksaan. Terkait penangguhan penahanan yang akan diajukan oleh kuasa hukum para tersangka, Popon mempersilahkan untuk mengajukan.

Menurutnya, penangguhan penahanan disetujui atau tidak menjadi keputusan penyidik. Dalam perkara perkara tersebut 17 tersangka itu didampingi oleh tiga kuasa hukum.

Rinciannya, sebanyak 16 tersangka didampingi dua kuasa hukum dari Kantor Yudi Yusnandi dan Rekan. Sedangkan satu pengacara khusus mendampingi satu tersangka berinisial B.

Popon mengatakan bahwa latar belakang ke 17 mahasiswa menjadi tersangka tersebut berasal dari kalangan masyarakat biasa. Tidak ada mahasiswa berasal dari pejabat universitas maupun luar universitas.

Ia menerangkan, dua dari 17 tersangka dikenakan Pasal 359 dan atau 360 KUHP atas kelalaian yang mengakibatkan meninggalnya seseorang. Mereka terancam hukuman penjara maksimal lima tahun. Kedua tersangka yang dimaksud adalah ketua umum dan wakil ketua umum UKM Cakrawala.

Sedangkan untuk 15 tersangka lainnya dikenakan pasal 170 dan atau 351 KUHP tentang melakukan penganiayaan secara bersama-sama mengakibatkan korban meninggal dunia. Mereka terancam hukuman penjara maksimal 12 tahun.

Kuasa Hukum dari Kantor Yudi Yusnandi dan Rekan, Angga Erlanda mengatakan, pihaknya masih menunggu keputusan keluarga tersangka.

Yudi Yusnandi menambahkan, terkait penangguhan penahanan pihaknya masih menunggu persetujuan kolektif dari seluruh orang tua yang menjadi tersangka. “Saat ini karena ada orangtuanya yang dari luar kota, seperti Jakarta, Cianjur dan masih menunggu keluarga tersangka,” ujarnya.

Halaman
12
Editor: awang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved