Nilai Ekspor Impor Jambi Menurun, Dipicu Kelompok Pertambangan dan Perkebunan

Nilai ekspor asal Provinsi Jambi pada bulan Agustus 2019 turun sebesar 36,95 persen dibandingkan bulan sebelumnya yaitu dari US$ 412,51 juta

Nilai Ekspor Impor Jambi Menurun, Dipicu Kelompok Pertambangan dan Perkebunan
TRIBUN JAMBI/FITRI AMALIA
Proses pemindahan peti kemas produk impor melalui Pelabuhan Talang Duku Jambi. Nilai ekspor dan impor Jambi Agustus 2019 mengalami penurunan dibanding bulan sebelumnya. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Nilai ekspor asal Provinsi Jambi pada bulan Agustus 2019 turun sebesar 36,95 persen dibandingkan bulan sebelumnya yaitu dari US$ 412,51 juta pada bulan Juli 2019 menjadi US$ 260,09 juta pada bulan Agustus 2019. Nilai impor Provinsi Jambi Agustus 2019 juga menurun sebesar 9,27 persen dibanding bulan sebelumnya, yaitu dari US$ 9,59 juta pada bulan Juli 2019 menjadi US$ 8,70 juta pada bulan Agustus 2019.

"Penyebab utama turunnya nilai ekspor Provinsi Jambi bulan Agustus 2019 adalah turunnya ekspor kelompok pertambangan, yakni komoditi migas dan komoditi batubara, komoditi pinang, komoditi karet olahan serta komoditi arang," kata Dadang Hardiwan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi baru-baru ini.

Nilai ekspor sampai dengan bulan Agustus 2019 yaitu sebesar US$ 2.044,06 juta. Ekspor Jambi sampai dengan bulan Agustus 2019 lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2018, yaitu naik sebesar 5,49 persen.

Kontribusi terbesar terhadap total ekspor di Jambi adalah ekspor kelompok Pertambangan yaitu sebesar 61,64 persen, diikuti Kelompok Industri sebesar 31,97 persen, dan Kelompok Pertanian sebesar 6,39 persen.

"Bila dirinci menurut komoditi, Kelompok Industri didominasi oleh karet dan olahannya yang memberikan kontribusi mencapai 15,74 persen, penyumbang kontribusi terbesar dari Kelompok Pertambangan yaitu minyak dan gas yang mencapai 59,13 persen, Sedangkan dari Kelompok Pertanian, komoditi pinang memiliki sumbangan 5,32 persen," jelas Dadang.

Secara umum nilai ekspor asal Provinsi Jambi pada Bulan Agustus 2019 ke beberapa negara utama mengalami penurunan. Ekspor Jambi yang mengalami kenaikan adalah ke Malaysia, Inggris, Cina, Jepang, dan Korea Selatan. Sedangkan pergerakan turunnya nilai ekspor dapat diamati ke negara Singapura, Thailand, Jerman, Perancis, Amerika Serikat, India, Australia, dan Taiwan.

Sampai dengan Bulan Agustus 2019 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, menunjukkan bahwa sebagian besar transaksi ekspor mengalami penurunan. Namun demikian, ada beberapa transaksi ekspor ke berbagai negara mengalami peningkatan. Peningkatan terjadi pada ekspor ke Singapura, Thailand, Inggris, dan Jepang.

Impor Provinsi Jambi saat ini melalui tiga pelabuhan laut utama di Jambi, Pelabuhan Talang Duku Jambi, Muara Sabak dan Kuala Tungkal serta pelabuhan udara Bandara Sultan Thaha. Nilai impor bulan Agustus 2019 sebesar US$ 8,70 juta, turun dibanding bulan sebelumnya.

Penurunan impor ini dipicu oleh turunnya nilai impor pada kelompok komoditi bahan kimia dan sejenisnya serta kelompok komoditi mesin dan alat angkutan. Bila dilihat perannya sampai dengan Bulan Agustus 2019, impor Kelompok Hasil industri dan lainnya memberikan kontribusinya 52,23 persen dari total impor, diikuti peran Kelompok Mesin dan alat angkutan yaitu sebesar 22,39 persen dan Impor Kelompok Bahan kimia dan sejenisnya yang memberi kontribusi sebesar 17,45 persen.

Untuk kelompok komoditi Makanan dan sejenisnya berperan sebesar 7,54 persen dan kelompok komoditi Karet dan sejenisnya hanya berperan 0,39 persen.

"Transaksi impor terbesar sampai dengan Bulan Juli 2019 adalah dari negara Kanada yang mencapai 51,44 persen disusul dari Cina yaitu sebesar 11,17 persen," pungkasnya.

Penulis: fitri
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved