Berita Muarojambi

Dana DAK Swakelola Rp3 Miliar di Dinas Pertanian & Holtikultura Muarojambi, Terancam Tak Terealisasi

Dana DAK Swakelola Rp3 Miliar di Dinas Pertanian & Holtikultura Muarojambi, Terancam Tak Terealisasi

Dana DAK Swakelola Rp3 Miliar di Dinas Pertanian & Holtikultura Muarojambi, Terancam Tak Terealisasi
Tribunjambi/Samsul Bahri
Dana DAK Swakelola Rp3 Miliar di Dinas Pertanian & Holtikultura Muarojambi, Terancam Tak Terealisasi 

Dana DAK Swakelola Rp3 Miliar di Dinas Pertanian & Holtikultura Muarojambi, Terancam Tak Terealisasi

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik Swakelola yang di gelontorkan untuk Dinas Pertanian dan Tananam Holtikultura Kabupaten Muarojambi, sebesar Rp 3 miliar, terancam tidak terserap 100 persen.

Hal ini lantaran DAK tersebut mengendap di Kasda Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muarojambi.

Hal ini menyusul pemanfaatan anggaran yang bersifat swakelola oleh kelompok tani sebesar Rp 3 miliar rupiah tersebut masih terkendala aturan.

"Jadi, itu pencairannya dua tahap. Tahap pertama itu sudah di transfer, tapi ya kita tidak bisa gunakan karena adanya persyaratan yang harus dipenuhi. Dimana DAK fisik itu dapat dicairkan dengan syarat telah ada SK penetapan penerima hibah dari bupati," ungkap Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Tanaman pangan dan Holtikultura Muarojambi, Ahmadi.

Baca: Bocah Yatim Piatu yang Tinggal Bersama Kakeknya, Derita Gizi Buruk, Ini Tanggapan Dinkes Muarojambi

Baca: Sebelik Sumpah, Perhiasan SAD, Masuk 4 besar API, Sarolangun Butuh SMS Masarakat Jambi

Baca: Gagal dengan Dana DAK, Pemkab Muarojambi Tetap Ajukan Pembangunan Gedung Olahraga

Baca: Bukan di TVRI: Link Live Streaming Liga Inggris: Manchester City vs Wolverhampton, Live Mola TV

Menurutnya, dana pencairan tahap pertama tersebut telah ada di Kasda Muarojambi. Sementara itu, akan ada proses transfer tahap II dan itu tidak lama lagi dengan persyaratan realisasi kegiatan fisik di lapangan sudah diangka 75 persen.

"Sementara tahap satu aja belum pernah dilakukan dan waktu yang tersisa hanya tiga pekan lagi, batas akhir pencairan untuk tahap II itu 21 Oktober mendatang," jelasnya.

Untuk diketahui DAK fisik dari pemerintah pusat akan digunakan untuk merealisasi 18 item kegiatan seperti pembangunan sumur bor, pintu air dan jalan usaha tani.

Sementara itu di ungkapkan Armadi namun ada di antaranya sudah lebih awal dipastikan tidak bisa dilaksanakan.

"Pengelolaan DAK fisik ini akan diserahkan secara langsung kepada masing-masing kelompok tani penerima untuk pembiayaan kegiatan yang mereka usulkan. Saat ini akan diupayakan ialah realisasi kegiatan sumur bor," ucapnya.

"Sedangkan untuk pembangunan pintu air dan jalan usaha tani bisa di pastikan tidak terealisasi," bebernya.

Dana DAK Swakelola Rp3 Miliar di Dinas Pertanian & Holtikultura Muarojambi, Terancam Tak Terealisasi (Samsul Bahri/Tribunjambi.com)

Penulis: samsul
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved