DAK Fisik Swakelola Terkendala SK, Batas Waktu Pencairan Tahap II 3 Minggu Lagi

Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik swakelola yang digelontorkan untuk Dinas Pertanian dan Tanaman Holtikultura Kabupaten Muarojambi

DAK Fisik Swakelola Terkendala SK, Batas Waktu Pencairan Tahap II 3 Minggu Lagi
Tribunjambi/Samsul Bahri
Dana DAK Swakelola Rp3 Miliar di Dinas Pertanian & Holtikultura Muarojambi, Terancam Tak Terealisasi 

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik swakelola yang digelontorkan untuk Dinas Pertanian dan Tananam Holtikultura Kabupaten Muarojambi sebesar Rp 3 miliar terancam tidak terserap 100 persen.

Hal ini disebabkan DAK tersebut mengendap di Kasda Pemerintah Kabupaten Muarojambi.

Hal ini menyusul pemanfaatan anggaran yang bersifat swakelola oleh kelompok tani sebesar Rp 3 miliar tersebut masih terkendala aturan. Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Muarojambi, Ahmadi mengatakan, pencairannya dua tahap, tahap pertama itu sudah ditransfer.

“Tapi ya kita tidak bisa gunakan karena adanya persyaratan yang harus dipenuhi, yakni DAK fisik itu dapat dicairkan dengan syarat telah ada SK penetapan penerima hibah dari bupati," ujarnya.

Dana pencairan tahap pertama tersebut telah ada di Kasda Muarojambi. Disebutkan Ahmadi, akan ada proses transfer tahap II dan itu tidak lama lagi dengan persyaratan realisasi kegiatan fisik di lapangan sudah di angka 75 persen.

"Sementara tahap satu saja belum pernah dilakukan dan waktu yang tersisa hanya tiga pekan lagi, batas akhir pencairan untuk tahap II itu 21 Oktober mendatang," jelasnya.

Untuk diketahui DAK fisik dari Pemerintah Pusat ini akan digunakan untuk merealisasi 18 item kegiatan seperti pembangunan sumur bor,

pintu air dan jalan usaha tani. Diungkapkan Armadi, ada di antaranya sudah lebih awal dipastikan tidak bisa dilaksanakan.

"Pengelolaan DAK fisik ini akan diserahkan secara langsung kepada masing-masing kelompok tani penerima untuk pembiayaan kegiatan yang mereka usulkan. Saat ini akan diupayakan ialah realisasi kegiatan sumur bor," ucapnya.

"Sedangkan untuk pembangunan pintu air dan jalan usaha tani bisa di pastikan tidak terealisasi," sambungnya.

Halaman
12
Penulis: samsul
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved