Editorial

Terbakar Lagi, Karhutla Masih Mengancam

Selasa malam angka pencemaran udara atau konsentrasi partikulat PM2,5 masuk dalam kategori berbahaya.

Terbakar Lagi, Karhutla Masih Mengancam
tribunjambi/samsul bahri
Kebakaran Hutan dan Lahan sampai dengan saat ini masih terjadi di wilayah Kabupaten Muarojambi, satu di antaranya kebakaran yang terjadi di Desa Puding, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muarojambi, Minggu (22/9/2019). TNI, Polri, BNPB, BPBD Provinsi Jambi, BPBD Kabupaten Muarojambi, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api turun untuk melakukan pemadaman. Adapun lahan yang terbakar merupakan lahan milik PT Bara Eka Prima. 

kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih mengancam 

Setelah hujan mengguyur sejumlah wilayah di Provinsi Jambi, kabut asap sempat nyaris hilang.

Tapi tiba-tiba, sejak Selasa malam, asap pekat menyelimuti Kota Jambi dan daerah lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kini kabut asap kembali lagi.

Data instansi terkait, pada Selasa malam angka pencemaran udara atau konsentrasi partikulat PM2,5 masuk dalam kategori berbahaya.

Namun siapa nyana, api di dalam lahan gambut masih menyala.

Setidaknya itu terjadi di wilayah Kecamatan Kumpeh, Muarojambi.

Tak ayal kabut asap kembali menebal.

Otoritas mengatakan titik api masih terdeteksi di beberapa wilayah di Jambi, terutama di kawasan gambut.

Bahwa dibutuhkan curah hujan kontinu dalam jangka panjang untuk benar-benar menghilangkan api yang berada di bagian bawah lahan gambut.

Warga pun kembali disarankan untuk mengenakan masker, terutama untuk kategori usia rentan seperti anak-anak dan orangtua, atau yang punya resiko tinggi.

Dalam bulan September kemarin tercatat peningkatan yang signifikan dalam jumlah penderita infeksi saluran pernafasan akut (ISPA).

baca juga

Baca: Rasa Tersembunyi Kopi Jambi yang Bikin Kangen, Pegawai hingga Duta Besar Kesengsem

Baca: Kopi Jambi di Festival Kopi Internasional

Baca: TRIBUNWIKI - Zumi Zola dan 23 Tokoh yang Terima Gelar Adat Lembaga Adat Melayu Jambi

Terpapar asap dalan rentang waktu yang lama, lambat laun akan memberikan dampak kesehatan terganggu, baik bagi yang memiliki ketahanan tubuh baik, maupun yang rentan.

Karena itu para pihak mesti mengambil langkah strategis agar tak menurun upaya mengatasi karhutla ini. (*)

Editor: deddy
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved