Polres Tebo Masih Selidiki Sindikat Jual Beli Ijazah Palsu, Anggota Dewan Jadi Tersangka

Terkait adanya dugaan sindikat jual beli gelar akademik, pihak kepolisian Tebo masih melakukan penyelidikan.

Polres Tebo Masih Selidiki Sindikat Jual Beli Ijazah Palsu, Anggota Dewan Jadi Tersangka
Tribunjambi/Mareza
Kasus Dugaan Pemalsuan Gelar, Polisi Pertimbangkan Pencekalan Tersangka Jumawarzi 

Polres Tebo Masih Selidiki Sindikat Jual Beli Ijazah Palsu, Anggota Dewan Jadi Tersangka

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA TEBO - Terkait adanya dugaan sindikat jual beli gelar akademik, pihak kepolisian Tebo masih melakukan penyelidikan.

Kasat Reskrim Polres Tebo, AKP M Ridho Syawaludin menyebutkan, sejauh ini belum ada penambahan tersangka terkait penggunaan gelar akademik palsu yang dilakukan anggota DPRD Tebo, Jumawarzi.

"Belum ada penambahan tersangka. Kami masih mendalami terkait dengan dari mana didapatnya ijazah tersebut," kata AKP Ridho saat ekspose tersangka Jumawarzi di Mapolres Tebo, Kamis (3/10/2019).

Untuk Universitas Ibnu Chaldun yang tertera di ijazah, lanjutnya tidak terdata. "Sudah kami cek di sana, tidak ada Universitas Ibnu Chaldun di alamat tersebut. Tapi ada Universitas Ibnu Chaldun yang lain di alamat berbeda," jelasnya.

Baca: Ini Alasan Polres Tebo Tak Tahan Jumawarzi, Anggota DPRD Tebo Diduga Gunakan Gelar Palsu

Baca: Kerinci Ajukan 286 Formasi CPNS, Ini Jadwal Penerimaannya

AKP Ridho membenarkan, penanda tangan tersebut pernah menjabat rektor di universitas dimaksud. Namun, sudah dipecat pada 2008. Sementara itu, berdasarkan barang bukti, ijazah itu tertanggal pada tahun 2012.

"Penanda tangan adalah mantan rektor Universitas Ibnu Chaldun yang asli. Namun dia sudah dipecat pada 2008, karena dia dianggap membuka perkuliahan jarak jauh tanpa izin dari universitas," kata Kasat Reskrim.

Untuk rektor itu, lanjutnya, pihak Polda Metro sudah menerima ada laporan. "Jadi sudah ditetapkan, dijadikan tersangka, dan menjalani hukuman," tutupnya.

Perlu diinformasikan, tersangka Jumawarzi diduga gelar akademik Sarjana Hukum (SH) palsu. Gelar tersebut juga tertera pada namanya saat Pemilu April lalu, saat tersangka mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Kabupaten Tebo dari Partai Gerindra.

Dia disangkakan melanggar pasal 93 Jo pasal 28 ayat (7) undang-undang RI nomor 12 tahun 2012 tentang pendidikan tinggi dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara dan/atau denda Rp 1 miliar. Atau pasal 68 ayat (2) undang-undang RI nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara dan/atau denda Rp 500 juta.(Tribunjambi.com/ Mareza Sutan A J)

Penulis: Mareza
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved