Jadi Otak Pembunuhan, Kades Pemayungan Tebo Dituntut 18 Tahun Penjara

Tiga terdakwa perkara pembunuhan, Syaharudin (37), Dedi Sihombing (42) dan Wayan Budiane (47) akhirnya mendengarkan tuntutan JPU.

Jadi Otak Pembunuhan, Kades Pemayungan Tebo Dituntut 18 Tahun Penjara
Tribunjambi/Mareza
Tiga terdakwa perkara pembunuhan, Syaharudin (37), Dedi Sihombing (42) dan Wayan Budiane (47) akhirnya mendengarkan tuntutan JPU. 

Jadi Otak Pembunuhan, Kades Pemayungan Tebo Dituntut 18 Tahun Penjara

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA TEBO - Tiga terdakwa perkara pembunuhan, Syaharudin (37), Dedi Sihombing (42) dan Wayan Budiane (47) akhirnya mendengarkan tuntutan yang dibacakan JPU Kejaksaan Negeri Tebo, Rabu (2/10/2019). Dalam tuntutan yang dibacakan Yoyok Adi Saputra, ketiga terdakwa dituntut dengan hukuman berbeda.

Terdakwa Syaharudin dan Dedi Sihombing dituntut 18 tahun penjara.

"Menuntut terdakwa sebagaimana dakwaan primair penuntut umum, melanggar pasal 340 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana," kata jaksa.

Dalam persidangan yang sama, terdakwa Wayan Budiane dituntut lebih ringan. Dia dituntut pidana penjara selama empat tahun, sebagaimana dakwaan primair lenuntut umum, melanggar Pasal 340 jo Pasal 56 ayat (2) KUHPidana.

Dalam sidang yang akan datang, majelis hakim akan menggelar sidang dengan agenda penyampaian pledoi dari terdakwa.

Baca: Siapa Asiang dalam Pusaran Kasus Suap RAPBD Provinsi Jambi 2018 ini?

Baca: Nekat Curi Hape Buat Bayar Hutang, Aryanto Kini Nginap di Hotel Prodeo Jambi

Baca: Danau Sipin Jadi Tempat Liburan Keluarga Paling Seru di Kota Jambi

Sebelumnya diberitakan, Kepala Desa Pemayungan, Syaharudin diduga telah melakukan pembunuhan berencana terhadap Hendra alias Engga, Sabtu (18/5/2019) lalu.  Dia meminta Wayan Budiane alias Budi mencari eksekutor untuk rencana tersebut.

Dari keterangan sebelumnya, pelaku mengakui pembunuhan itu dilatarbelakangi sakit hati dan cemburu terhadap korban. Sakit hati dan cemburu itu terjadi lantaran korban diduga berselingkuh dengan istri tersangka.

Karena itulah, Syaharudin sebagai otak intelektual pembunuhan meminta Wayan Budiane alias Budi mencarikan eksekutor untuk menghabisi nyawa Hendra. Dari sana, didapatilah nama Dedi Sihombing.

Syaharudin sempat menitipkan uang Rp 15 juta sebagai upah membunuh korban. Tindakan itu dilakukannya di sebuah gudang kosong.

Korban kemudian dibuang ke rawa-rawa yang berada di belakang gudang. Lalu Dedi juga membuang sepeda motor korban ke Sungai Pemayungan, sekitar 10 km dari gudang.(Tribunjambi.com/ Mareza Sutan A J)

Penulis: Mareza
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved