Breaking News:

Sempat Jadi Tontonan Wajib, Jenderal TNI Ini yang Pertama Kali Larang Film Penghianatan G30S/PKI

Film Pengkhianatan G30S/PKI, yang sudah 13 tahun menjadi tontonan wajib seluruh rakyat Indonesia, tak lagi ditayangkan di TVRI, stasiun televisi milik

Editor: Suci Rahayu PK
REPRO FILM PENGKHIANATAN G30S/PKI/CAPTURE YOUTUBE VIRAL MEDIA
Cuplikan adegan Film Pengkhianatan G30S/PKI. Hari Ini Tepat 21 Tahun Lalu, Film Pengkhianatan G30S/PKI Kali Pertama Tak Lagi Wajib Tayang. 

Sebagai gantinya, Deppen bekerja sama dengan Depdikbud menyiapkan telesinema berjudul Bukan Sekedar Kenangan.

Sebagian artikel ini telah dimuat di Kompas, dengan judul Hari Ini dalam Sejarah: Film "Pengkhianatan G30S/PKI" Tak Lagi Wajib Tayang

Baca: Jarang Terekspos, Warganet Kaget Lihat Pertama Kali Anak Sulung Muzdalifah, Mirip Anak Presiden?

Baca: Pengakuan Blak-blakan Anak Kandung Saat Hubungan Badan di Kamar, Ibu Kandung Lakukan Ini

Film Pengkhianatan G30S/PKI pun akhirnya tak lagi wajib diputar.

"Bukan Sekedar Kenangan" Pemutaran film tahunan yang menjadi agenda wajib itu pun dibatalkan.

Menurut Dirjen Kebudayaan Depdikbud, Edi Sedyawati, film Bukan Sekedar Kenangan pada awalnya disiapkan sebagai tayangan penunjang yang juga disiarkan pada tanggal 30 September.

Sehingga sebagai gantinya, tayangan ini yang awalnya disiapkan sebagai film beralih menjadi sajian utama.

Film berdurasi 72 menit ini adalah episode pertama dari trilogi yang ditayangkan pada waktu berbeda.

Adegan DN Aidit merokok aktif (Repro Film Pengkhianatan G30S/PKI/Capture Youtube akun Viral Media).
Adegan DN Aidit merokok aktif (Repro Film Pengkhianatan G30S/PKI/Capture Youtube akun Viral Media). ((Repro Film Pengkhianatan G30S/PKI/Capture Youtube akun Viral Media).)

Sinema Bukan Sekedar Kenangan berkisah mengenai trauma seorang kepala keluarga akan peristiwa G 30S yang diperankan oleh Dina Lorenza, Atalarik Syach, dan Derry Drajat.

Tokoh utama yang diperankan Dina Lorenza (Fitria) akhirnya berusaha mencari tahu soal trauma itu.

Keingintahuannya kemudian membawa Fitria sampai ke Yogyakarta.

Di sini dia bertemu dengan Prapti, adik kandung ayahnya.

Perempuan setengah baya tersebut terganggu jiwanya akibat melihat langsung suaminya disiksa pada 33 tahun lalu.

(Kompas.com/Rosiana Haryanti | Editor Resa Eka Ayu Sartika)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved