Sempat Jadi Tontonan Wajib, Jenderal TNI Ini yang Pertama Kali Larang Film Penghianatan G30S/PKI

Film Pengkhianatan G30S/PKI, yang sudah 13 tahun menjadi tontonan wajib seluruh rakyat Indonesia, tak lagi ditayangkan di TVRI, stasiun televisi milik

Sempat Jadi Tontonan Wajib, Jenderal TNI Ini yang Pertama Kali Larang Film Penghianatan G30S/PKI
REPRO FILM PENGKHIANATAN G30S/PKI/CAPTURE YOUTUBE VIRAL MEDIA
Cuplikan adegan Film Pengkhianatan G30S/PKI. Hari Ini Tepat 21 Tahun Lalu, Film Pengkhianatan G30S/PKI Kali Pertama Tak Lagi Wajib Tayang. 

Kemudian, peristiwa reformasi mengubah kembali arah sejarah Bangsa Indonesia.

Selang empat bulan setelah setelah jatuhnya Soeharto, Departemen Penerangan memutuskan tidak lagi memutar film ini.

Arsip pemberitaan Harian Kompas 30 September 1998 menyebutkan, kala itu, Departemen Penerangan beralasan, film ini sudah terlalu sering ditayangkan.

"Karena terlalu sering diputar, filmnya juga sudah kabur," ucap Dirjen RTF Deppen Ishadi SK.

Baca: Kata Rektor IPB Soal Dosen yang Ditangkap Densus 88 Simpan 29 Bom Molotov untuk Aksi Muhajid 212

Baca: Siapa Penumpang Gelap Demo Mahasiswa hingga Berakhir Ricuh?

Bahkan Menteri Penerangan Muhammad Yunus Yosfiah berpendapat, pemutaran film yang bernuansa pengkultusan tokoh, seperti film Pengkhianatan G30S/PKIJanur Kuning, dan Serangan Fajar tidak sesuai lagi dengan dinamika reformasi.

"Karena itu, tanggal 30 September mendatang TVRI dan TV swasta tidak akan menayangkan Lagi Film Pengkhianatan G30S/PKI," ujar Muhammad Yunus seperti dikutip dari Harian Kompas, 24 September 1998.

Selain itu, kalangan seniman, pengamat film, serta artis juga menyuarakan hal serupa.

Menurut pemberitaan Harian Kompas, 2 September 1998, sutradara film Eros Djarot saat itu menolak pemutaran film.

Adegan rapat yang menampilkan peta dalam ruang rapat (Repro Film Pengkhianatan G30S/PKI/Capture Youtube akun Viral Media).
Adegan rapat yang menampilkan peta dalam ruang rapat (Repro Film Pengkhianatan G30S/PKI/Capture Youtube akun Viral Media). ((Repro Film Pengkhianatan G30S/PKI/Capture Youtube akun Viral Media).)

"Film itu sangat tidak perlu diputar," kata Eros. Hal senada juga digaungkan Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Artis Film Indonesia (PB PARFI) periode 1993-1998, Ratno Timoer.

Ada pula yang menganggap, film ini menyimpan rasa dendam yang tidak menguntungkan.

Halaman
12
Editor: suci
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved