Berita Jambi

Kompleks Candi Muaro Jambi sebagai Mahavihara, Ini Kata Arkeolog Universitas Indonesia

Kompleks Candi Muaro Jambi sebagai Mahavihara, Ini Kata Arkeolog Universitas Indonesia

Kompleks Candi Muaro Jambi sebagai Mahavihara, Ini Kata Arkeolog Universitas Indonesia
Tribunjambi/
Kompleks Candi Muaro Jambi sebagai Mahavihara, Ini Kata Arkeolog Universitas Indonesia 

Kompleks Candi Muaro Jambi sebagai Mahavihara, Ini Kata Arkeolog Universitas Indonesia

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kawasan Candi Moaro Jambi, merupakan peninggalan yang sangat penting dalam sejarah peradaban, khususnya Jambi.

Fungsinya sebagai tempat peribadatan membuat bangunan di sini sebagai bangunan megah, monumental dan sakral pada masanya.

Masih banyak hal yang belum diketahui dari kawasan ini. Nilai-nilai luhur dari kawasan percandian Muarojambi harus terus digali untuk dapat menjadi acuan bagi masyarakat sekarang.

Dari balai arkeologi Sumatera Selatan membuat rumah peradaban sebagai program untuk mengungkap, mengenal dan memaknai.

Baca: Mengenal Sosok Putri Sartika, Perempuan Jambi yang Bakal Jadi Pelatih Sepak Bola Wanita

Baca: Ini Tanggapan Pengunjung di Pameran Arkeologi Tentang Candi Muarojambi, Tahu Lebih Detail

Baca: Asyik Besok Mulan Jameela Resmi Dilantik Jadi Anggota DPR RI, Istri Ahmad Dhani Ini Mengaku Siap . .

Hal ini diungkapkan R. Cecep Eka Permana, arkeolog Universitas Indonesia bahwa Rumah Peradaban merupakan sarana edukasi dan pemasyarakatan hasil penelitian arkeologi untuk memberikan pemahaman tentang sejarah dan nilai budaya masa lampau dalam upaya melek budaya.

Pencerdasan bangsa, penumbuhan semangat kebangsaan, dan sumber inspirasi bagi pengembangan budaya yang berkepribadian.

Di kawasan situs Muaro Jambi sendiri ada beberapa candi yang telah diungkap yaitu candi kedaton, candi koto mahligai, candi gedong I dan candi gedong II, candi gumpung, candi gumpung II, candi tinggi, candi tinggi I, candi kembar batu, candi sialang, candi astano, candi teluk I dan candi teluk II, kolam telago rajo, sungai dan parit, dan juga danau.

“Situs kawasan percandian Muaro Jambi memiliki fungsi sebagai mahavihara. Hal ini berdasarkan berpandingan situs mahavihara nalanda dan mahavihara vikramasila, serta berdasarkan tradisi di pusat pendidikan buddha mahayana di manastic university sera jey, India,” ungkapnya.

Di dalam mahavihara terdapat dua jenis bangunan yang difungsikan sebagai vihara dan sebagai tempat peribadatan. Bangunan situs muara jambi yang berfungsi sebagai vihara adalah candi gumpung, candi gedong II, dan candi kedaton.

Sementara bangunan yang berfungsi sebagai bangunan peribadatan adalah candi astano, candi tinggi, candi tinggi I, candi kembar batu dan candi godong II.

Namun berdasarkan data arkeologi yang ditemukan saat proses pemugaran dan pengupasan oleh BPCB jambi tidak ada petunjuk yang mendukung candi gumpung dan candi gedong II sebagai vihara.

Sosialsisasi mahavihara kompleks percandian Muarojambi ini berlangsung di BPCB, Senin (30/9/2019).
Pembicara dalam kegiatan ini adalah R. Cecep Eka Permana, arkeolog Universitas Indonesia dan Iskandar M. Siregar ketua BPCB Jambi.

Kompleks Candi Muaro Jambi sebagai Mahavihara, Ini Kata Arkeolog Universitas Indonesia (Nurlailis/Tribunjambi.com)

Penulis: samsul
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved