Karhutla di Jambi

Ada Rindu di Tengah Kepungan Asap, Sisi Lain Petugas di Lokasi Karhutla, (2-Habis)

Mata perih dan dada terasa sesak. Masker dua lapis sudah digunakan menutup hidung dan mulut tapi sengatan bau asap dan jerebu karhutla ...

Ada Rindu di Tengah Kepungan Asap, Sisi Lain Petugas di Lokasi Karhutla, (2-Habis)
Tribun Jambi/Aldino
Petugas Manggala Agni beristirahat di tengah-tengah pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi. Tugas pemadaman ini berat, mereka harus berhari-hari di lokasi. 

Mata perih dan dada terasa sesak. Masker dua lapis sudah digunakan menutup hidung dan mulut tapi sengatan bau asap dan jerebu karhutla masih sangat terasa. Bahkan rasanya mual, setelah lebih 2 jam di areal kebakaran lahan di Desa Puding, Kabupaten Muarojambi, Rabu (25/9). Itulah yang Tribunjambi.com rasakan saat mendatangi lokasi yang sedang dalam proses pemadaman ini.

MASKER yang Tribun gunakan berbeda dengan yang digunakan oleh Indra Gunawan, seorang di antara anggota Manggala Agni yang sedang berjuang memadamkan api di Desa Puding.

Ia menggunakan masker seperti yang digunakan pengendara sepeda buff, yang biasa digunakan orang-orang yang sedang touring sepeda motor.

Beberapa orang temannya terlihat pakai masker jenis N95, yang bisa menyaring hingga 95 persen dari keseluruhan partikel yang ada di udara.

Indra tak punya alasan khusus mengapa tak menggunakan masker yang lebih baik dari jenis buff. Ia hanya mengaku nyaman dipakai.

Baca Juga

 Kapolri Blak-blakan Ungkap Kejanggalan Karhutla di Riau, Abu Bertaburan di Langit Jambi

 Kapolri Beberkan Fakta, Terungkap Siapa Sebenarnya 200 Orang Lebih yang Ditangkap saat Kerusuhan

 Harus Berdusta Demi Tugas dan Cinta, Sisi Lain Petugas di Arena Pemadaman Api (1)

 Benarkah Dian Sastro Bodoh? Terungkap Isi Skripsi Kecantikannya di Universitas Indonesia, Berat

 Usia Ahok Sebenarnya saat Anak Ke-4 Lahir? Umur Puput Nastiti Devi Terpaut 31 Tahun saat Nikah

 Nama Anak Ahok Inisial Y Kalau Cowok, Cekcok dengan Nathania Purnama di Meja Makan

Sudah lebih dari tiga minggu Indra dan teman-temannya terlibat dalam pemadaman karhutla. Mereka sudah pindah dari satu titik ke titik lainnya.

Pekerjaan ini memang berat, namun bagi dia, tetap dijalani karena sudah bagian dari tugas. Tak peduli berapa banyak gas beracun yang masuk ke dalam tubuhnya.

“Sudah tugas, jadi dijalani saja,” ucapnya kepada Tribun.

Ia tidak tahu lahan siapa yang sedang dipadamkannya itu. Begitu juga teman-temannya.

Halaman
1234
Penulis: suang
Editor: duanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved