Sejumlah Daerah di Jambi Kehabisan Blanko e-KTP, Pemerintah Keluarkan Suket

Pencetakan KTP elektronik dihampir seluruh daerah khususnya Provinsi Jambi nampaknya tertunda.

Sejumlah Daerah di Jambi Kehabisan Blanko e-KTP, Pemerintah Keluarkan Suket
Tribunjambi/Zulkifli
Kepala Dinsosdukcapil Provinsi Jambi Arief Munandar. 

Sejumlah Daerah di Jambi Kehabisan Blanko e-KTP, Pemerintah Keluarkan Suket

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pencetakan KTP elektronik dihampir seluruh daerah khususnya Provinsi Jambi nampaknya tertunda. Ini dikarenakan persediaan blanko KTP elektronik di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) habis. Sedangkan proses perekaman baru mencapai 90 persen.

Kepala Dinas Sosial Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dinsosdukcapil) Provinsi Jambi Arief Munandar mengatakan, saat ini pengadaan blanko sedang dalam proses lelang di pusat.

"Beberapa daerah sedang kehabisan, kondisinya memang seperti itu. Dan dalam proses lelang. Sebab itu kewenangan dari Dirjen Dukcapil Kemendagri," sampainya.

Baca: Fachrori Kunjungi Pasien ISPA Dampak Karhutla di Tanjab Barat

Baca: Foto Mesra Oknum Pejabat Kerinci Beredar di Facebook, JA Akui Telah Cerai

Baca: Inspektorat Ingatkan Lurah Hati-Hati Gunakan Dana Kelurahan

Baca: Waspada! Kualitas Udara di Kota Jambi Malam Hari Kembali Memburuk, Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat

Untuk wilayah Provinsi Jambi sendiri, Arief menyampaikan berdasarkan laporan Kabupaten/kota juga habis. "Ada yang habis tapi ada beberapa yang masih ada. Ya pandai-pandai mengiritlah. Artinya utamakan yang memang benar-benar baru pertamakali membuat KTP atau yag sifatnya sangat penting sekali," tuturnya.

Oleh karenanya, Arief menyebut pihaknya diminta untuk mengeluarkan surat keterangan (Suket) sebagai pengganti KTP elektronik sementara. "Ini kondisinya kan secara nasional. Jadi sementara untuk melayani kita beri suket yang tetap bisa digunakan," katanya.

Sedangkan kebutuhan stok blanko di tiap Kabupaten/kota, menurut Arief membutuhkan sekitar dua ribu blanko.

"Berarti semuanya membutuhkan sekitar 25 ribuan dan tergantung kebutuhan. Sebab yang menjadi masalah, perubahan data. Misal dari pelajar menjadi mahasiswa, yang belum kawin menjadi kawin," jelasnya.

Arief pun berharap, terhambatnya pencetakan dikarenakan habisnya stok blanko tersebut bulan depan dapat kembali normal. Sebab, lanjutnya, dari segi perekaman saat ini sudah 90 persen. "Kita berharap secepatnya. Bulan depan semoga bisa normal kembali (Percetakan,red)," tandasnya.

Penulis: Zulkifli
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved